Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga

Renungan Harian Katolik: Senin, 12 Januari 2026

Yes 42:1-4.6-7; Mzm 29:1-4.9-10; Kis 10:34-38; Mat 3:13-17

 Tema: “Dari Kesetiaan dalam Perumusan Menuju Ketaatan dalam Panggilan”

 

Pengantar

Memasuki Masa Biasa, liturgi mengajak kita menengok kembali dasar panggilan iman: setia dalam pergumulan hidup dan berani menyambut panggilan Tuhan. Bacaan hari ini menampilkan dua sikap iman yang saling melengkapi: kesabaran dan kesetiaan Hana dalam penderitaannya, serta kesiapsediaan para murid yang segera mengikuti Yesus. Iman bertumbuh ketika kita setia menanti dan taat melangkah.

Bacaan Pertama (1Sam 1:1–8)

Kisah Hana adalah kisah penderitaan batin seorang perempuan yang mandul dan tertekan. Ia hidup dalam kesedihan, kekecewaan, dan ketidakmengertian, bahkan dari lingkaran terdekatnya. Namun Hana tidak menjauh dari Tuhan. Ia tetap setia, membawa lukanya ke hadapan Allah. Kesetiaan Hana dalam pergumulan menunjukkan iman yang teguh: percaya bahwa Tuhan mendengar, meski belum segera menjawab.

Bacaan Injil (Mrk 1:14–20)

Yesus memulai pewartaan-Nya dengan sepanjang pertobatan dan Kerajaan Allah. Ia lalu memanggil para murid. Yang mengejutkan, mereka segera meninggalkan jala, pekerjaan, bahkan keluarga, lalu mengikuti Dia. Injil ini menegaskan bahwa panggilan Tuhan menuntut keberanian, kepercayaan, dan kesiapan untuk meninggalkan zona aman demi mengikuti kehendak Allah.

Korelasi Bacaan Pertama dan Injil

Hana dan para murid menampilkan dua wajah iman yang saling melengkapi. Hana mengajarkan kesetiaan dalam penantian , sementara para murid menunjukkan ketaatan dalam tindakan . Keduanya sama-sama ditanamkan pada kepercayaan penuh kepada Allah. Tuhan bekerja baik melalui iman yang setia dalam penderitaan maupun melalui ketaatan yang berani dalam panggilan hidup.

Pesan Pastoral

  1. Setialah membawa pergumulan hidup kepada Tuhan , seperti Hana, tanpa kehilangan harapan, meski doa belum segera terjawab.
  2. Beranilah menanggapi panggilan Tuhan dalam hidup sehari-hari , baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun pelayanan Gereja.
  3. Iman yang sejati tuntutan kesabaran dan keberanian : sabar menantikan kehendak Tuhan dan berani melangkah ketika Ia memanggil [psl].
Share this post :

Posting Komentar

Terima kasih atas Partisipasi Anda!

 
Copyright © 2015-2025. Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting