Setelah Penampakan Tuhan
1Yoh
5:14-21 Mzm 149:1-6a.9b Yoh 3:22-30
Menjelang penutup masa Natal dan
rangkaian perayaan Penampakan Tuhan, Gereja mengarahkan pandangan kita pada
sikap iman yang dewasa: menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah dan memberi
ruang agar Kristus semakin nyata dalam hidup. Sabda Tuhan hari ini mengajak
kita hidup dalam kepercayaan kepada Allah dan kerendahan hati dalam pelayanan.
Bacaan Pertama (1Yoh 5:14–21)
Rasul Yohanes menegaskan keyakinan
orang beriman bahwa Allah mendengarkan doa yang dipanjatkan seturut
kehendak-Nya. Hidup dalam Kristus berarti menjauhi dosa dan berpegang pada
Allah yang benar. Kesetiaan kepada Allah menjaga kita dari berhala-berhala modern
yang dapat menggantikan posisi Tuhan dalam hidup.
Bacaan Injil (Yoh 3:22–30)
Injil menghadirkan kesaksian
Yohanes Pembaptis yang penuh kerendahan hati. Ia dengan jujur mengakui bahwa
dirinya bukan Mesias, melainkan sahabat mempelai yang bersukacita mendengar
suara mempelai. Ungkapannya yang terkenal, “Ia harus makin besar, tetapi aku
harus makin kecil,” menjadi puncak sikap iman dan pelayanan sejati.
Korelasi Kedua Bacaan
Kepercayaan penuh kepada Allah
dalam doa, sebagaimana diajarkan Rasul Yohanes, menemukan wujud konkretnya
dalam kerendahan hati Yohanes Pembaptis. Orang yang sungguh hidup dalam Allah
tidak mencari kemuliaan diri, tetapi memberi ruang agar Kristus semakin dikenal
dan dimuliakan. Iman yang benar melahirkan penyerahan diri dan kesetiaan.
Pesan Pastoral
- Menumbuhkan iman yang percaya penuh kepada Allah:
Doa menjadi ungkapan kepercayaan bahwa Allah selalu mendengarkan.
- Belajar rendah hati dalam pelayanan:
Pelayanan sejati tidak mencari nama, tetapi memuliakan Kristus.
- Menjadikan Kristus pusat hidup: Sesudah
Penampakan Tuhan, kita dipanggil membiarkan Yesus semakin nyata dalam
pikiran, sikap, dan tindakan kita [psl].






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!