Rabu setelah Penampakan Tuhan
1Yoh
4:11-18 Mzm 72:1-2,10-13 Mrk 6:45-52
Dalam hari-hari sesudah Penampakan
Tuhan, Gereja diajak memperdalam makna iman yang telah diterangi oleh kehadiran
Kristus. Sabda Tuhan hari ini meneguhkan bahwa kasih Allah yang tinggal dalam
diri orang beriman memberi keberanian untuk percaya, bahkan ketika menghadapi
badai kehidupan.
Inti Bacaan Pertama (1Yoh 4:11–18)
Rasul Yohanes menegaskan bahwa
karena Allah telah lebih dahulu mengasihi kita, kita pun wajib saling
mengasihi. Kasih yang sempurna mengusir ketakutan, sebab orang yang tinggal
dalam kasih tinggal dalam Allah. Kedewasaan iman tampak ketika kasih Allah membebaskan
manusia dari rasa takut dan memberi keberanian untuk hidup dalam kebenaran.
Inti Bacaan Injil (Mrk 6:45–52)
Injil mengisahkan Yesus yang
berjalan di atas air dan menghampiri para murid yang sedang ketakutan di tengah
badai. Kehadiran Yesus menenangkan mereka, meskipun mereka belum sepenuhnya
memahami siapa Dia. Ketakutan para murid mencerminkan iman yang masih rapuh,
namun disapa dan diteguhkan oleh kehadiran Tuhan.
Korelasi Kedua Bacaan
Kasih yang mengusir ketakutan dalam
surat Rasul Yohanes menemukan gambaran konkret dalam Injil. Ketika para murid
takut menghadapi badai, Yesus hadir dan berkata: “Tenanglah! Aku ini.” Tinggal
dalam kasih Allah berarti percaya akan kehadiran Kristus yang menyertai, bahkan
di saat paling gelap.
Pesan Pastoral
- Menghidupi kasih yang mengusir ketakutan:
Orang beriman dipanggil membiarkan kasih Allah menyembuhkan rasa takut dan
kecemasan.
- Percaya akan kehadiran Kristus: Dalam badai
kehidupan, iman bertumbuh ketika kita menyadari Tuhan selalu dekat.
- Menjadi pembawa ketenangan bagi sesama:
Sesudah Penampakan Tuhan, kita diutus menghadirkan damai dan pengharapan
bagi orang lain [psl].







Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!