Setelah Penampakan Tuhan
1Yoh
4:19-5:4 Mzm 72:2,14,15bc,17 Luk 4:14-22a
Pengantar
Sesudah Penampakan Tuhan, Gereja
merenungkan bagaimana kasih Allah yang kita terima mendorong kita untuk hidup
sebagai murid Kristus yang diutus. Sabda Tuhan hari ini menegaskan bahwa kasih
kepada Allah terwujud dalam ketaatan dan kesaksian hidup, sebagaimana Yesus
sendiri mewartakan kabar baik dengan kuasa Roh.
Bacaan Pertama (1Yoh 4:19–5:4)
Rasul Yohanes menegaskan bahwa kita
mengasihi karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. Kasih kepada Allah tidak
dapat dipisahkan dari kasih kepada sesama. Barangsiapa lahir dari Allah
mengalahkan dunia, sebab iman kepada Yesus Kristus memberi kekuatan untuk hidup
seturut kehendak Allah.
Bacaan Injil (Luk 4:14–22a)
Injil menampilkan Yesus yang
kembali ke Galilea dengan kuasa Roh Kudus dan mewartakan kabar baik. Di
sinagoga Nazaret, Ia menyatakan bahwa nubuat Yesaya digenapi dalam diri-Nya: Ia
diutus untuk membawa kabar gembira kepada orang miskin dan pembebasan bagi yang
tertindas. Yesus menampakkan jati diri dan perutusan-Nya secara jelas.
Korelasi Kedua Bacaan
Kasih Allah yang lebih dahulu kita
terima menjadi dasar perutusan. Seperti Yesus yang diurapi Roh untuk mewartakan
kabar baik, orang beriman yang lahir dari Allah dipanggil mengalahkan dunia
dengan iman dan kasih. Pewartaan Injil berakar pada relasi kasih dengan Allah
dan ketaatan pada perintah-Nya.
Pesan Pastoral
- Hidup dari kasih Allah: Kesadaran bahwa kita
dikasihi lebih dahulu memberi kekuatan untuk setia dalam iman.
- Menghidupi iman dalam ketaatan: Kasih kepada
Allah terwujud dalam perbuatan nyata dan kesetiaan pada kehendak-Nya.
- Menjadi pewarta kabar baik: Sesudah
Penampakan Tuhan, kita diutus membawa harapan dan pembebasan Kristus bagi
sesama [psl].






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!