1Sam 8:4-7.10-22 Mzm 89:16-19 Mrk 2:1-12
Pengantar
Sabda Tuhan hari ini mengajak kita
bercermin tentang siapa yang sungguh kita andalkan dalam hidup. Bangsa Israel
meminta seorang raja seperti bangsa-bangsa lain, sementara dalam Injil, Yesus
menyingkapkan kuasa ilahi-Nya sebagai Raja sejati yang menyembuhkan dan
mengampuni dosa. Pertanyaannya: apakah kita lebih percaya pada kehendak Allah
atau pada kekuatan manusia?
Bacaan Pertama (1Sam 8:4–7.10–22)
Para tua-tua Israel meminta seorang
raja agar sama seperti bangsa lain. Permohonan ini bukan sekadar keinginan
politik, namun penolakan halus terhadap Allah sebagai Raja mereka. Tuhan
mengabulkan permintaan itu, meski diperingatkan konsekuensinya. Bacaan ini
menyingkapkan kecenderungan manusia yang lebih percaya pada struktur dan
kekuasaan lahiriah daripada pengaturan Allah.
Bacaan Injil (Mrk 2:1–12)
Yesus menyembuhkan seorang lumpuh,
dimulai dengan pengampunan dosa. Tindakan ini menyingkapkan otoritas ilahi-Nya:
Ia bukan hanya menyembuhkan tubuh, tetapi juga memulihkan hubungan manusia
dengan Allah. Iman para sahabat si lumpuh membuka jalan bagi mukjizat, dan
Yesus menunjukkan bahwa Dialah Raja sejati yang berkuasa atas dosa dan
kehidupan.
Korelasi Bacaan Pertama dan Injil
Bangsa Israel menolak Allah sebagai
Raja dan mencari jaminan kemanusiaan, sementara Yesus menampakkan diri sebagai
Raja sejati yang membawa keselamatan. Bacaan-bacaan ini mengajak kita untuk
menilai kembali kepada siapa kita menyerahkan kendali hidup: kepada kehendak
manusia atau kepada kuasa penyelamatan Allah.
- Percayakan hidup sepenuhnya kepada Allah ,
bukan hanya kepada kekuatan, sistem, atau tokoh manusia.
- Datanglah kepada Yesus dengan iman yang aktif
, seperti para sahabat si lumpuh yang saling menopang.
- Biarkan Yesus menjadi Raja dalam hidup kita
, dengan membuka diri pada pengampunan dan pembaruan yang Ia tawarkan [psl].






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!