Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

Diutus Menjadi Nabi - Kamis, 4 Juli 2024

Kamis, 4 Juli 2024
Am 7:10-17
Mat 9:1-8

Sesudah itu naiklah Yesus ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri. Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.” Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: “Ia menghujat Allah.” Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: “Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” – lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu –: “Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” Dan orang itu pun bangun lalu pulang. Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia. (Mat 9:1-8)


Diutus Menjadi Nabi

Sebagai orang yang dibaptis dalam Kristus, kita mempunyai tugas dan fungsi sebagai nabi. Pada hakekatnya nabi adalah orang yang berbicara atas nama Allah. Sebagai juru bicara Allah, seorang nabi mesti memiliki relasi yang intim dengan Allah, sehingga sungguh mengerti kehendak Allah dan dapat menyampaikannya secara sempurna. Karena bertugas untuk menyampaikan kehendak Allah, nabi sering bersifat restoratif (menyembuhkan dan mendamaikan) dan bersifat kritis terhadap kenyataan buruk perilaku manusia.
Dalam bacaan pertama, nabi Amos tampil bersuara kritis atas perilaku buruk raja dan imam pada zamannya. Prihatin bahwa raja dan imam sudah bersekongkol melakukan kejahatan dengan menindas masyarakat kecil, Nabi Amos menubuatkan hukuman Tuhan berupa pembuangan. Raja dan imam tersinggung atas suara kritis sang nabi. Ternyata, suara nabi Amos benar terjadi kemudian.
Sementara dalam Injil Yesus juga tampil sebagai nabi yang menunaikan tugas sebagai tabib bagi orang lumpuh sekaligus kritikus terhadap ahli-ahli Taurat, orang-orang yang berperilaku buruk pada zamannya. Dengan penuh wibawa Yesus berkata kepada orang lumpuh itu, “Percayalah anakKu, dosamu sudah diampuni!”. Namun, pernyataan Yesus tersebut membuat ahli-ahli Taurat tersinggung. Ahli-ahli Taurat keberatan bahwa Yesus menyembuhkan orang lumpuh itu dengan mengampuni dosanya. Sesudah menegur para ahli Taurat itu, Yesus pun melanjutkan karya penyembuhan terhadap si lumpuh itu.
Nabi Amos dan Yesus merupakan teladan kenabian bagi kita. Kita harus berani menyampaikan kebenaran, bahkan hingga mengkritik perilaku buruk yang terjadi di sekitar kita. Kita tidak perlu takut bahkan bila harus menghadapi ancaman nyawa, apalagi jikalau hanya kata. Selain itu, kita juga harus berani mewartakan penyembuhan dan pendamaian kepada orang di sekitar kita. Jangan kita biarkan sakit atau derita menjadi meluas bila tidak perlu. Kita perlu merestorasinya, seperti Yesus menyembuhkan orang lumpuh itu. Yuk…mari menunaikan tugas kenabian kita secara benar. Tuhan memberkati! Pace e bene!

Pater Yoseph Sinaga, OFMCap.
Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2024. Ordo Kapusin Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting