Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

Allah Mengasihi Kita UmatNya Secara Total

Jumat, 7 Juni 2024, Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus


Hos 11:1.3-4.8c-9
Ef 3:8-12.14-19
Yoh 19:31-37

Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib – sebab Sabat itu adalah hari yang besar – maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan. Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus; tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air. Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya. Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: “Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan.” Dan ada pula nas yang mengatakan: “Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam.” (Yoh 19:31-37)


Allah Mengasihi Kita UmatNya Secara Total

Bacaan-bacaan pada Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus hari ini mengajak kita menyadari dan membatinkan kasih agung Allah bagi kita umat manusia. Dalam bacaan pertama, Nabi Hosea melukiskan bahwa Allah begitu mengasihi umat Israel, hingga memanggilnya kembali ke Tanah Terjanji Kanaan. Sekalipun mendapat cinta besar dari Allah, umat pilihan Israel ternyata kerap melupakan cinta Allah dan berbalik dari Allah, dengan menyembah dewa-dewi asing. Dalam keadaan yang demikian pun, Tuhan tidak pernah berbalik dari Israel, tetapi tetap mengasihinya secara total, dengan mempertahankan mereka sebagai umat pilihan. Sudah sewajarnya Tuhan Allah murka atas dosa dan pembangkangan Israel, tetapi itu tidak dilakukanNya.

Dalam Injil, kasih Allah nyata lewat kurban salib Tuhan Yesus Kristus. Dengan wafat Kristus di salib, Allah menyatakan bahwa Ia sangat mengasihi kita manusia. Sekalipun manusia jatuh ke dalam dosa, Tuhan Allah tetap mengasihinya hingga mengurbankan Sang Putera Tunggal, Yesus Kristus. 

Dalam bacaan kedua, Rasul Paulus membagikan penghayatannya akan kasih agung Allah ini lewat penyataan diri Yesus Kristus kepadaNya. Karena terpikat pada ajaran agama Yahudi yang sudah dikenalnya sejak kecil, Rasul Paulus sempat menolak iman akan Yesus Kristus, bahkan mengejar para murid Kristus. Namun, Yesus tidak menghukum Paulus atas penolakan dan dosa-dosanya. Sebaliknya, Yesus menyatakan kasihNya dengan menjadikan Paulus sebagai alatNya untuk mewartakan Injil. Paulus pun menyadari bahwa betapa tinggi dan dalam kasih Allah lewat diri dan pengurbanan Kristus. Kesadaran ini mendorong Paulus untuk bertekun mewartakan Injil sampai akhir hidupnya.

Semoga, kita pengikut Kristus juga akhirnya menyadari betapa besar kasih Tuhan kepada kita dalam hidup setiap hari. Semoga kesadaran ini juga mendorong kita untuk semakin mengasihi Allah dengan tekun memuliakan dan mengagungkan namaNya, serta mewartakan InjilNya kepada semua orang. Semoga pula seperti Yesus kita semakin sanggup mengasihi sesama, dengan rela mengampuni dosa mereka dan memberi mereka damai. Tuhan memberkati! Pace e bene!

Ole P. Yoseph Sinaga, OFMCap.

Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2024. Ordo Kapusin Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting