Ef 2:19-22; Mzm 19:2-5; Luk 6:12-19
Pangantar
Saudara-saudari terkasih, hari ini
Gereja merayakan dua rasul yang sering terlupakan: Simon dan Yudas. Namun,
liturgi hari ini mengajak kita merenungkan misteri panggilan para rasul secara
keseluruhan. Mereka bukan sekadar figur sejarah, melainkan fondasi hidup dari
Gereja yang kita diami sekarang. Panggilan mereka mengajarkan kita bahwa misi
ilahi selalu lahir dari doa, dibangun di atas fondasi para rasul, dan
menjangkau seluruh dunia.
Bacaan Pertama (Ef 2:19-22)
Santo Paulus menggambarkan Gereja
sebagai bangunan rohani yang agung. Secara eksegese, ia menegaskan bahwa kita "sudah
bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang
kudus dan anggota-anggota keluarga Allah." Fondasi bangunan ini adalah
"para rasul dan para nabi", dengan Kristus Yesus sebagai batu
penjuru. Seluruh bangunan bertumbuh menjadi "bait Allah yang
kudus" tempat Roh Kudus diam. Para rasul bukanlah figur yang sudah
mati dan berlalu, melainkan fondasi yang terus menopang dan menghubungkan kita
dengan Kristus.
Mazmur Tanggapan (Mzm 19:2-5)
Pemazmur memproklamasikan dimensi
universal dari misi para rasul: "Gema mereka sampai ke seluruh bumi,
dan perkataan mereka sampai ke ujung dunia." Pesan yang dipercayakan
kepada para rasul tidak terbatas pada satu bangsa atau wilayah, melainkan
bergema menembus batas-batas geografis dan budaya, menjangkau seluruh umat
manusia.
Bacaan Injil (Luk 6:12-19)
Lukas mencatat momen krusial dalam
pembentukan Gereja. Yesus "pergi ke bukit untuk berdoa, dan
semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah." Dari doa yang intens inilah
Ia memilih dua belas rasul, termasuk Simon dan Yudas. Setelah itu, Ia turun
bersama mereka dan "menyembuhkan orang-orang yang menderita... dan
semua orang banyak berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar
dari-Nya." Para rasul dipanggil melalui doa, diutus untuk hadir di
tengah penderitaan, dan menjadi saluran kuasa penyembuhan Kristus.
Korelasi Seluruh Bacaan
Ketiga bacaan ini membentuk sintesis
teologis yang sangat logis dan mendalam: Para rasul dipanggil melalui doa yang
intens (Lukas), dijadikan fondasi hidup Gereja (Efesus), dan diutus untuk
menjangkau seluruh dunia dengan kuasa penyembuhan (Mazmur dan Lukas). Simon dan
Yudas, bersama para rasul lainnya, mengalami malam doa yang transformatif
bersama Yesus. Mereka dijadikan batu hidup yang menopang bangunan Gereja. Dari
fondasi inilah, pesan Injil bergema ke seluruh bumi, membawa penyembuhan dan
pembebasan bagi semua orang yang menderita.
Pesan Pastoral
- Hargai fondasi para rasul dalam hidupmu. Setiap kali kamu
berdoa, menerima Sakramen, atau mendengarkan Sabda, kamu sedang berdiri di
atas fondasi yang dibangun oleh para rasul. Jangan anggap remeh tradisi,
ajaran, dan sakramen yang mereka wariskan.
- Jadilah "rasul" di lingkunganmu. Seperti Simon dan
Yudas yang diutus untuk hadir di tengah penderitaan, kamu juga dipanggil
untuk membawa kuasa penyembuhan Kristus kepada mereka yang sakit,
kesepian, atau putus asa di sekitarmu. Mulailah dari doa yang intens, agar
kamu layak menjadi saluran rahmat-Nya.
Saudara-saudari, St. Simon dan St.
Yudas mengingatkan kita bahwa Gereja berdiri di atas fondasi para rasul yang
dipanggil melalui doa dan diutus untuk menyembuhkan. Mari kita hargai warisan
iman ini, dan jadilah batu hidup yang memperkokoh bangunan Gereja serta membawa
kuasa penyembuhan Kristus ke seluruh dunia. [psl]






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!