Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga

Renungan Harian Katolik: Senin, 21 September 2026; Pesta St. Matius Rasul & Pengarang Injil

Ef 4:1-7.11-13 Mzm 19:2-5 Mat 9:9-13

 Tema: “Panggilan Belas Kasihan: Mengubah yang "Sakit" Menjadi Saksi Injil”

 

Pangantar

Saudara-saudari terkasih, logika manusia sering kali berasumsi bahwa Tuhan hanya memanggil mereka yang sudah sempurna, saleh, dan bebas dari cacat moral. Namun, perayaan hari ini menghancurkan asumsi tersebut. Bersama Santo Matius, kita diajak memahami bahwa panggilan ilahi tidak didasarkan pada kelayakan manusia, melainkan pada kedalaman belas kasihan Allah yang mentransformasi.

Bacaan Pertama (Ef 4:1-7.11-13)

Santo Paulus menekankan urgensi kesatuan dalam keberagaman tubuh Kristus. Ia menjelaskan bahwa Kristus memberikan berbagai karunia jabatan—rasul, nabi, penginjil, gembala, dan pengajar—bukan untuk menciptakan hierarki yang sombong, melainkan untuk "memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, demi membangun tubuh Kristus" hingga mencapai kesatuan iman yang kokoh.

Mazmur Tanggapan (Mzm 19:2-5)

Pemazmur merespons dengan deklarasi universal tentang wahyu Allah: "Gema mereka sampai ke seluruh bumi, dan perkataan mereka sampai ke ujung dunia." Pesan keselamatan ini tidak eksklusif atau tersembunyi, melainkan bergema menjangkau setiap penjuru, menembus batas-batas sosial dan geografis.

Bacaan Injil (Mat 9:9-13)

Yesus melihat Matius, seorang pemungut cukai yang dibenci dan dianggap pengkhianat bangsa, duduk di rumah cukai. Yesus hanya mengucapkan dua kata: "Ikutlah Aku." Matius segera bangkit dan mengikuti-Nya. Ketika orang Farisi mengkritik Yesus karena makan bersama orang berdosa, Yesus memberikan prinsip teologis yang radikal: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit... Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

Korelasi Seluruh Bacaan

Ketiga bacaan ini merajut sebuah logika panggilan ilahi yang sangat sistematis dan mendalam: Allah memilih yang "sakit" untuk menjadi alat kesembuhan, dan mengintegrasikan yang "terbuang" untuk membangun kesatuan Gereja. Injil Matius menunjukkan fakta panggilan: Yesus secara aktif memilih seseorang yang cacat secara sosial dan moral. Surat Efesus menjelaskan tujuan panggilan tersebut: Matius tidak dibiarkan dalam keterasingannya, tetapi dilatih dan diintegrasikan sebagai "penginjil" untuk membangun tubuh Gereja yang utuh. Mazmur menjamin bahwa transformasi radikal ini akan bergema ke seluruh bumi. Kasih karunia selalu mendahului dan melampaui kelayakan manusia.

Pesan Pastoral

  1. Terima panggilanmu apa adanya, saat ini juga. Jangan menunggu dirimu "sempurna" atau bebas dari segala kelemahan untuk mulai melayani Tuhan. Seperti Matius, bangkitlah dari "meja cukai" masa lalumu—entah itu dosa, rasa tidak layak, atau kegagalan—dan ikuti Yesus sekarang juga. Kekuatanmu justru akan sempurna dalam kelemahanmu.
  2. Jadilah saluran belas kasihan, bukan penghakiman. Jika kamu merasa sudah "sehat" secara rohani, waspadalah terhadap bahaya kesombongan. Ingatlah kata Yesus: "Aku menghendaki belas kasihan dan bukan persembahan." Jangan menjauhi mereka yang tersisih; justru di sanalah Kristus mengundangmu untuk hadir dan membawa penyembuhan.

Saudara-saudari, Santo Matius membuktikan bahwa tidak ada masa lalu yang terlalu gelap bagi cahaya Kristus, dan tidak ada dosa yang terlalu besar bagi rahmat pengampunan-Nya. Mari kita bangkit, mengikuti panggilan-Nya, dan membiarkan kasih karunia mengubah kita dari pendosa yang diampuni menjadi penginjil yang penuh sukacita [psl]

Share this post :

Posting Komentar

Terima kasih atas Partisipasi Anda!

 
Copyright © 2015-2025. Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting