Ef 4:1-7.11-13 Mzm 19:2-5 Mat 9:9-13
Pangantar
Saudara-saudari terkasih, logika
manusia sering kali berasumsi bahwa Tuhan hanya memanggil mereka yang sudah
sempurna, saleh, dan bebas dari cacat moral. Namun, perayaan hari ini
menghancurkan asumsi tersebut. Bersama Santo Matius, kita diajak memahami bahwa
panggilan ilahi tidak didasarkan pada kelayakan manusia, melainkan pada
kedalaman belas kasihan Allah yang mentransformasi.
Santo Paulus menekankan urgensi
kesatuan dalam keberagaman tubuh Kristus. Ia menjelaskan bahwa Kristus
memberikan berbagai karunia jabatan—rasul, nabi, penginjil, gembala, dan
pengajar—bukan untuk menciptakan hierarki yang sombong, melainkan untuk "memperlengkapi
orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, demi membangun tubuh Kristus"
hingga mencapai kesatuan iman yang kokoh.
Mazmur Tanggapan (Mzm 19:2-5)
Pemazmur merespons dengan deklarasi
universal tentang wahyu Allah: "Gema mereka sampai ke seluruh bumi, dan
perkataan mereka sampai ke ujung dunia." Pesan keselamatan ini tidak
eksklusif atau tersembunyi, melainkan bergema menjangkau setiap penjuru,
menembus batas-batas sosial dan geografis.
Bacaan Injil (Mat 9:9-13)
Yesus melihat Matius, seorang
pemungut cukai yang dibenci dan dianggap pengkhianat bangsa, duduk di rumah
cukai. Yesus hanya mengucapkan dua kata: "Ikutlah Aku." Matius
segera bangkit dan mengikuti-Nya. Ketika orang Farisi mengkritik Yesus karena
makan bersama orang berdosa, Yesus memberikan prinsip teologis yang radikal: "Bukan
orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit... Aku datang bukan untuk
memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."
Korelasi Seluruh Bacaan
Ketiga bacaan ini merajut sebuah
logika panggilan ilahi yang sangat sistematis dan mendalam: Allah memilih yang
"sakit" untuk menjadi alat kesembuhan, dan mengintegrasikan yang
"terbuang" untuk membangun kesatuan Gereja. Injil Matius menunjukkan fakta
panggilan: Yesus secara aktif memilih seseorang yang cacat secara sosial dan
moral. Surat Efesus menjelaskan tujuan panggilan tersebut: Matius tidak
dibiarkan dalam keterasingannya, tetapi dilatih dan diintegrasikan sebagai
"penginjil" untuk membangun tubuh Gereja yang utuh. Mazmur menjamin
bahwa transformasi radikal ini akan bergema ke seluruh bumi. Kasih karunia
selalu mendahului dan melampaui kelayakan manusia.
Pesan Pastoral
- Terima panggilanmu apa adanya, saat ini juga. Jangan menunggu
dirimu "sempurna" atau bebas dari segala kelemahan untuk mulai
melayani Tuhan. Seperti Matius, bangkitlah dari "meja cukai"
masa lalumu—entah itu dosa, rasa tidak layak, atau kegagalan—dan ikuti
Yesus sekarang juga. Kekuatanmu justru akan sempurna dalam kelemahanmu.
- Jadilah saluran belas kasihan, bukan penghakiman. Jika kamu
merasa sudah "sehat" secara rohani, waspadalah terhadap bahaya
kesombongan. Ingatlah kata Yesus: "Aku menghendaki belas kasihan
dan bukan persembahan." Jangan menjauhi mereka yang tersisih;
justru di sanalah Kristus mengundangmu untuk hadir dan membawa
penyembuhan.
Saudara-saudari, Santo Matius
membuktikan bahwa tidak ada masa lalu yang terlalu gelap bagi cahaya Kristus,
dan tidak ada dosa yang terlalu besar bagi rahmat pengampunan-Nya. Mari kita
bangkit, mengikuti panggilan-Nya, dan membiarkan kasih karunia mengubah kita
dari pendosa yang diampuni menjadi penginjil yang penuh sukacita [psl]





Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!