Yer 31:1-7 MT Yer 31:10-13 Mat 15:21-28
Pangantar
Saudara-saudari terkasih, pernahkah
Anda merasa tidak layak, tersisih, atau seolah-olah Tuhan terlalu jauh dan
terlalu sibuk untuk mendengarkan doa Anda? Hari ini, liturgi membawa kita pada
sebuah kebenaran yang membebaskan: kasih Allah tidak dibatasi oleh sekat apa
pun, dan iman yang gigih serta rendah hati selalu mampu menembus hati-Nya.
Bacaan Pertama (Yer 31:1-7)
Nabi Yeremia menyampaikan janji
pemulihan yang luar biasa dari Allah. Meskipun umat-Nya telah berserakan dan
hancur oleh dosa, Tuhan berfirman, "Aku akan menjadi Allahnya... dan
mereka akan menjadi umat-Ku." Tuhan berjanji untuk membangun kembali
mereka yang remuk, mengubah ratapan gadis-gadis menjadi tarian sukacita, dan
mengumpulkan kembali mereka yang tercerai-berai.
Mazmur Tanggapan (Yer 31:10-13)
Kidung tanggapan ini menggemakan
janji tersebut dengan seruan kepada segala bangsa: "Dengarkanlah firman
TUHAN, hai bangsa-bangsa... Ia yang menyerakkan Israel akan mengumpulkannya
kembali dan menjaganya seperti gembala terhadap kawanan dombanya."
Allah digambarkan sebagai Gembala Agung yang menebus, memelihara, dan mengubah
duka cita kawanan-Nya menjadi sukacita yang melimpah.
Bacaan Injil (Mat 15:21-28)
Dalam Injil, seorang perempuan
Kanaan—yang dianggap orang luar oleh masyarakat Yahudi—berteriak memohon
kesembuhan bagi putrinya. Yesus awalnya diam, bahkan mengujinya dengan berkata
bahwa Ia diutus hanya untuk domba-domba Israel dan tidak pantas mengambil roti
anak-anak untuk diberikan kepada anjing. Namun, perempuan itu tidak putus asa.
Dengan kerendahan hati yang luar biasa, ia menjawab, "Benar Tuhan,
namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
Yesus pun takjub dan bersabda, "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah
kepadamu seperti yang kaukehendaki."
Korelasi dari seluruh Bacaan
Ketiga bacaan ini merajut satu logika
rohani yang sangat indah: Kasih Sang Gembala melampaui segala batas status
sosial dan masa lalu. Yeremia menubuatkan bahwa Tuhan akan mengumpulkan
kawanan domba-Nya yang terserak. Namun, Injil hari ini menunjukkan siapa
sesungguhnya kawanan domba itu. Perempuan Kanaan bukanlah keturunan Israel,
tetapi iman dan kerendahan hatinya menjadikannya bagian dari kawanan domba Sang
Gembala. Tuhan tidak menolak siapa pun yang datang dengan hati yang hancur.
Batas etnis, sejarah, dan agama runtuh di hadapan kasih karunia yang merespons
iman yang gigih.
Pesan Praktis untuk Umat
- Jangan pernah menyerah dalam doa. Mungkin saat ini doa Anda
terasa dijawab dengan "keheningan" atau bahkan penolakan dari
keadaan. Tetaplah bertekun seperti perempuan Kanaan. Ketuk pintu hati
Tuhan dengan kerendahan hati, bukan dengan tuntutan.
- Jangan membatasi kasih Tuhan. Jangan pernah berpikir bahwa
Anda terlalu berdosa atau terlalu jauh dari Tuhan untuk diampuni. Dan
sebaliknya, jangan memandang rendah orang lain yang tampak
"berbeda" atau "tersisih", karena iman mereka bisa
saja justru lebih besar dari kita.
Saudara-saudari, tidak ada batas yang
mampu menahan kasih Tuhan ketika disambut dengan iman yang gigih dan rendah
hati. Mari kita terus berseru kepada Sang Gembala Agung, percaya bahwa Ia
selalu siap mengumpulkan, memulihkan, dan memberkati kita [psl]






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!