Hos 8:4-7.11-13 Mzm 115:3-10 Mat 9:32-38
Pangantar
Saudara-saudari terkasih, dalam hidup
ini, kita sering kali sibuk mencari solusi dengan kekuatan kita sendiri. Kita
menciptakan "berhala-berhala" kenyamanan dan kesombongan, hingga kita
lupa pada Tuhan. Liturgi hari ini menyingkapkan dua jalan yang sangat kontras:
jalan ilusi yang membawa kebinasaan, dan jalan welas asih Kristus yang
mengundang kita menjadi pekerja di ladang-Nya.
Nabi Hosea menyampaikan peringatan
keras dari Allah. Umat Israel sibuk membuat rencana, mencari sekutu, dan
membangun altar, tetapi semuanya tanpa melibatkan Tuhan. Tuhan berfirman, "Mereka
menabur angin dan mereka akan menuai angin puting beliung." Ketika
kita mengandalkan kekuatan duniawi dan mengabaikan firman-Nya, usaha kita yang
paling keras sekalipun hanya akan membawa kehancuran dan kekecewaan.
Mazmur Tanggapan (Mzm 115:3-10)
Pemazmur dengan tajam mengontraskan
Allah yang hidup dengan berhala buatan manusia: "Berhala-berhala mereka
ialah perak dan emas, buatan tangan manusia... Orang-orang yang membuatnya sama
seperti dia." Mazmur ini mengingatkan kita pada hukum rohani yang
sederhana namun mendalam: siapa yang kita sembah akan membentuk siapa kita.
Menyembah berhala membuat kita mati rasa, tetapi bersandar pada Tuhan yang
hidup membuat kita diberkati.
Bacaan Injil (Mat 9:32-38)
Dalam Injil, Yesus menyembuhkan
seorang bisu yang kerasukan setan. Namun, orang Farisi yang hatinya tertutup
malah menuduh Yesus berbuat atas kuasa setan. Di tengah penolakan dan fitnah
itu, Yesus tidak mundur. Ia melihat orang banyak yang terlantar dan "tergeraklah
hati-Nya oleh belas kasihan". Ia berkata kepada murid-murid-Nya, "Tuaian
memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang
empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."
Korelasi dari Seluruh Bacaan
Ketiga bacaan ini merajut sebuah
kontras yang sangat logis. Bacaan pertama dan Mazmur menunjukkan kebodohan
manusia yang menciptakan "berhala" dan akhirnya menuai kehancuran.
Orang Farisi dalam Injil adalah contoh nyata manusia yang terikat pada
"berhala" kesombongannya sendiri, sehingga buta terhadap karya Tuhan.
Sebaliknya, Yesus menunjukkan wajah Allah yang sejati. Ia tidak menciptakan
ilusi, tetapi Ia hadir dengan welas asih yang nyata. Ia melihat manusia yang
terlantar bukan sebagai beban, melainkan sebagai "panen" yang sangat
berharga.
Pesan Praktis untuk Umat
- Hancurkan berhala-berhala tersembunyi dalam hidup kita.
Berhala tidak selalu berupa patung; bisa berupa uang, jabatan, gengsi,
atau ego yang kita sembah demi rasa aman. Sadarilah bahwa menabur angin
hanya akan menuai puting beliung. Kembalikan Tuhan sebagai satu-satunya
pusat hidup kita.
- Miliki hati yang welas asih seperti Yesus. Jangan seperti
orang Farisi yang mudah menghakimi dan menuduh. Lihatlah sesama yang
terlantar, sakit, dan bingung dengan kacamata Kristus. Jadilah
"pekerja" yang menjawab panggilan-Nya melalui doa dan tindakan
nyata melayani sesama.
Saudara-saudari, Tuhan tidak mencari
kesempurnaan kita, melainkan hati yang mau berbelas kasih. Mari kita tinggalkan
ilusi duniawi yang melelahkan, dan biarkan hati kita digerakkan oleh welas asih
Kristus untuk menjadi pekerja yang setia di ladang tuaian-Nya [psl]






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!