Rat 2:2.10-14.18-19 Mzm 74:1-7.20-21; Mat 8:5-17
Pangantar
Saudara-saudari terkasih, hidup ini
sering kali menghadirkan penderitaan yang membuat kita menangis. Namun, di
tengah ratapan itu, Tuhan mengundang kita untuk mencurahkan hati dan beriman
kepada-Nya yang menyembuhkan.
Bacaan Pertama (Rat 2:2.10-14.18-19)
Kitab Ratapan menggambarkan
kehancuran Yerusalem dan penderitaan umat Allah. Namun di tengah ratapan itu,
nabi menyerukan: "Curahkanlah isi hatimu bagaikan air di hadapan Tuhan,
angkatlah tanganmu kepada-Nya" (Rat 2:19). Penderitaan bukan akhir,
melainkan undangan untuk berseru kepada Tuhan dengan segenap hati.
Mazmur Tanggapan (Mzm 74:1-7.20-21)
Pemazmur mengeluh: "Mengapa,
ya Allah, Kaubuang kami untuk seterusnya?" Namun ia tetap percaya pada
perjanjian Allah. Ia memohon: "Janganlah biarkan orang yang
terinjak-injak kembali dengan kena noda." Di tengah keputusasaan, ada
harapan bahwa Allah tidak melupakan umat-Nya yang menderita.
Bacaan Injil (Mat 8:5-17)
Seorang perwira Romawi datang kepada
Yesus dengan kerendahan hati yang luar biasa: "Tuan, aku tidak layak
menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu
akan sembuh" (Mat 8:8). Yesus kagum dan berkata: "Iman sebesar
ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel" (Mat
8:10). Lalu hambanya pun sembuh. Yesus juga menyembuhkan ibu mertua Petrus dan
banyak orang yang menderita, menggenapi sabda Nabi Yesaya: "Dialah yang
memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita" (Mat 8:17).
Korelasi dari Seluruh Bacaan
Ketiga bacaan hari ini membentuk satu
perjalanan rohani yang indah. Bacaan pertama dan Mazmur menunjukkan realita
penderitaan dan ratapan manusia. Namun Injil menunjukkan jawaban Tuhan: Yesus
datang bukan untuk menghakimi, melainkan untuk menyembuhkan. Dari ratapan
menuju iman, dari penderitaan menuju pengharapan.
Pesan Praktis untuk Umat
- Jangan takut mencurahkan hati kepada Tuhan. Dalam
penderitaan, jangan pendam rasa sakitmu. Berdoalah dengan jujur, seperti
pemazmur dan nabi Yeremia. Tuhan mendengarkan ratapan anak-anak-Nya.
- Miliki iman yang rendah hati seperti perwira itu. Jangan
tunggu segalanya sempurna baru datang pada Tuhan. Percayalah bahwa satu
kata dari-Nya sudah cukup untuk menyembuhkan hidupmu.
Saudara-saudari, penderitaan memang
nyata, tetapi kasih dan kuasa Tuhan lebih nyata lagi. Mari kita bawa setiap
luka kepada-Nya dengan iman yang rendah hati, dan percayalah bahwa Yesus
sanggup memulihkan segalanya [psl]






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!