1Raj 18:20-39; Mzm 16:1-2.4-5.8.11; Mat 5:17-19
Pengantar
Sering kali kita ingin hidup enak,
memilih-milih aturan mana yang kita suka dan mana yang kita abaikan. Tapi hari
ini Sabda Tuhan mengajak kita tegas dan jujur. Kita melihat Nabi Elia menantang
umat yang ragu-ragu, dan Yesus menegaskan bahwa ajaran Allah harus dijalankan
sepenuhnya, bukan dicampakkan. Intinya: kita tidak bisa berpihak pada dua hal
sekaligus. Kita harus memilih Tuhan, dan hidup setia menurut kehendak-Nya,
karena itulah jalan hidup yang benar dan kekal.
Bacaan Pertama (1 Raja-raja 18:20-39)
Umat Israel saat itu bimbang. Mereka
menyembah Baal, tapi masih ingin mengaku umat Tuhan. Nabi Elia menegur mereka
dengan keras: "Sampai kapan kamu berjinjit pada dua pendapat? Jika
Tuhan itu Allah, ikutilah Dia! Tapi jika Baal, ikutilah dia!" Lalu
diadakan ujian besar: dua mezbah, dua korban, tapi tidak ada api. Nabi-nabi
Baal berteriak, menari, bahkan melukai diri dari pagi sampai sore, tapi tidak
ada suara, tidak ada jawaban. Sebaliknya, Elia menyusun mezbah Tuhan, membasahi
korban dan kayu sampai penuh air, lalu berdoa sederhana saja: "Ya
Tuhan, jawablah aku, supaya bangsa ini tahu bahwa Engkaulah Allah." Seketika
api Tuhan turun, membakar habis semuanya, bahkan batu dan tanah pun ludes. Saat
itu umat sadar dan berseru: "Tuhan, Dialah Allah!"
Ini mengajarkan kita: dewa buatan
manusia tidak berdaya, hanya Tuhan yang benar dan hidup. Dia tidak butuh
keributan, tapi Dia menjawab doa orang yang setia dan tulus hati.
Mazmur Tanggapan (Mazmur 16:1-2.4-5.8.11)
Mazmur ini adalah janji hati orang
yang sudah memilih Tuhan: "Jagalah aku, ya Allah, sebab aku berlindung
kepada-Mu. Aku berkata kepada Tuhan: Engkaulah Tuhanku, tidak ada kebahagiaanku
selain Engkau... Tuhan adalah bagian dari warisanku... Aku senantiasa menaruh
Tuhan di hadapanku."
Kalau kita sudah menjadikan Tuhan
sebagai bagian hidup kita, kita tidak akan lari ke hal lain. Di hadapan-Nya ada
sukacita penuh, di sebelah kanan-Nya ada kebahagiaan selama-lamanya. Kita tidak
perlu mencari ke sana-sini, karena di dalam Tuhan saja hati kita puas dan aman.
Bacaan Injil (Matius 5:17-19)
Yesus berbicara tegas kepada
murid-murid-Nya, supaya tidak salah paham: "Jangan menyangka Aku datang
untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk
meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya." Ia memperingatkan:
barangsiapa melanggar salah satu perintah yang paling kecil, dan mengajarkan
orang lain berbuat sama, dia akan kecil di Kerajaan Surga. Tapi siapa yang
melaksanakannya dan mengajarkannya, dia akan besar di Kerajaan Surga.
Jadi, ajaran Allah itu utuh, tidak
ada yang boleh dibuang. Yesus datang bukan untuk melonggarkan aturan, tapi
menyempurnakannya, supaya kita hidup benar dan sesuai kehendak Bapa. Perintah
Tuhan bukan beban, tapi petunjuk jalan supaya kita tidak tersesat.
Korelasi Seluruh Bacaan
Semuanya saling terkait dalam satu
pesan: Bacaan Pertama: Kita harus tegas memilih Tuhan, tidak boleh ragu atau
berbagi hati dengan hal lain. Hanya Dia Allah yang berkuasa dan benar; Injil:
Kalau kita sudah memilih Dia, buktinya adalah menjalankan seluruh ajaran dan
perintah-Nya dengan setia, besar maupun kecil; dan Mazmur: Sikap hati yang
benar: menjadikan Tuhan satu-satunya sandaran dan kebahagiaan kita.
Intinya: Iman yang benar itu iman
yang tegas memilih Tuhan, dan dibuktikan dengan hidup menurut aturan-Nya.
Pesan untuk Praktik Hidup
1.
Jangan ragu-ragu, pilihlah Tuhan sepenuh hati
Cek diri kita: apakah hati kita masih
berjinjit di dua sisi? Misalnya, mau disebut orang beriman, tapi masih suka
berbuat curang, masih benci saudara, atau lebih sayang harta daripada Tuhan.
Seperti tantangan Elia, pilihlah Tuhan dengan tegas. Singkirkan apa saja yang
menyaingi tempat Tuhan di hatimu, karena hanya Dia yang berkuasa dan bisa
menolongmu.
2.
Hormati dan jalankan seluruh ajaran Tuhan
Jangan pilih-pilih perintah mana yang
enak ditaati dan mana yang tidak. Jangan anggap dosa kecil itu tidak penting.
Ingat kata Yesus: yang kecil pun berharga. Jalankan apa yang Dia ajarkan, baik
yang besar maupun yang sepele sekalipun. Ketaatan kita yang utuh itulah bukti
kita sungguh mengasihi dan mengenal Allah.
Hanya Tuhan Allah yang benar dan
hidup. Mari kita berhenti ragu-ragu, berikan hati kita sepenuhnya kepada-Nya,
dan hidup setia menjalankan seluruh ajaran-Nya. Di jalan itulah kita menemukan
kebahagiaan sejati dan tempat yang besar di Kerajaan Surga [psl].






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!