Kis 6:8-15 Mzm 119:23-24.26-27.29-30; Yoh 6:22-29
Bacaan Pertama (Kis 6:8-15)
Stefanus penuh rahmat dan kuasa,
melakukan tanda-tanda ajaib. Namun, ia menghadapi perlawanan dan fitnah. Meski
demikian, ia tetap teguh dalam kebenaran. Wajahnya yang bersinar seperti
malaikat menunjukkan kedamaian yang berasal dari Tuhan.
Mazmur Tanggapan (Mzm 119:23-24.26-27.29-30)
Mazmur ini mengungkapkan kerinduan
akan hukum Tuhan. Dalam tekanan sekalipun, pemazmur tetap berpegang pada firman
Allah sebagai sumber kekuatan dan penuntun hidup.
Bacaan Injil (Yoh 6:22-29)
Banyak orang mencari Yesus, tetapi
dengan motivasi yang kurang tepat—karena mereka kenyang oleh roti. Yesus
mengarahkan mereka untuk mencari “makanan yang bertahan sampai hidup yang
kekal,” yaitu percaya kepada Dia yang diutus Allah.
Korelasi dari Seluruh Bacaan
Semua bacaan menekankan pentingnya
ketulusan iman dan kesetiaan pada kebenaran. Stefanus menunjukkan keteguhan
iman, mazmur konsistensi kesetiaan pada firman, dan Injil memungkinkan kita
mewujudkan motivasi dalam mencari Tuhan. Iman sejati bukan tentang keuntungan
duniawi, tetapi tentang hubungan yang benar dengan Allah.
- Memurnikan motivasi iman: Mencari Tuhan bukan
karena berkat semata, tetapi karena kasih kepada-Nya.
- Setia dalam kebenaran: Tetap teguh dalam iman
meskipun menghadapi perlawanan atau penolakan.
- Menghidupi Sabda Tuhan: Menjadikan firman Allah
sebagai pedoman dalam setiap langkah hidup.
Tuhan mengundang kita untuk
memiliki iman yang tulus dan setia. Bukan sekedar mencari berkat, tetapi
mencari Dia sebagai sumber kehidupan. Dengan hati yang murni dan setia, kita
akan menemukan makna sejati dalam perjalanan iman kita [psl]






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!