Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga

Renungan Harian Katolik: Minggu Paskah 2 (Kerahiman Ilahi), 12 April 2026

Kis 2:42-47 Mzm 118:2-4.13-15.22-24; 1Ptr 1:3-9 Yoh 20:19-31

Tema: “Kerahiman Ilahi: Sumber Iman, Harapan, dan Hidup Baru”


Pengantar

Pada Minggu Kerahiman Ilahi, Gereja mengajak kita mentransmisikan kasih Allah yang tak terbatas, yang dinyatakan melalui kebangkitan Kristus. Kerahiman-Nya memulihkan, menguatkan, dan menghidupkan kembali iman yang lemah. Dalam kerahiman-Nya, kita menemukan kedamaian dan harapan baru.

Bacaan Pertama (Kis 2:42-47)

Umat perdana hidup dalam persekutuan, doa, dan saling berbagi. Semua ini merupakan buah dari pengalaman akan kerahiman Allah. Mereka merasakan kasih Tuhan yang nyata, sehingga hidup dalam persatuan dan kepedulian.

Mazmur Tanggapan (Mzm 118:2-4.13-15.22-24)

Mazmur ini memuliakan kasih setia Tuhan yang kekal. Kerahiman-Nya menjadi sumber kegembiraan dan keselamatan. “Inilah hari yang dijadikan Tuhan” mengungkapkan kegembiraan karena karya penyelamatan Allah.

Bacaan Kedua (1Ptr 1:3-9)

Rasul Petrus menegaskan bahwa melalui kebangkitan Yesus, kita menerima hidup baru dan pengharapan yang hidup. Sekalipun menghadapi pencobaan, iman kita dimurnikan dan diteguhkan oleh kerahiman Allah.

Bacaan Injil (Yoh 20:19-31)

Yesus yang bangkit menampakkan diri kepada para murid dan memberikan kedamaian sejahtera serta Roh Kudus. Kepada Tomas yang ragu, Yesus menunjukkan luka-luka-Nya sebagai tanda kerahiman. Dari luka itulah mengalir dan kehidupan baru.

Korelasi dari Seluruh Bacaan

Semua bacaan menegaskan bahwa kerahiman Ilahi adalah pusat kehidupan iman. Dari komunitas umat perdana, pujian mazmur, pengharapan dalam surat Petrus, hingga perjumpaan Yesus dengan para murid, semuanya menunjukkan bahwa kasih Allah yang penuh kerahiman memulihkan, menguatkan, dan mengutus. Kerahiman Allah mengubah keraguan menjadi iman, ketakutan menjadi damai, dan kelemahan menjadi kekuatan.

Pesan untuk Praktik Hidup

  1. Percayalah pada kerahiman Tuhan: Datang kepada Tuhan apa adanya, dengan segala kelemahan dan dosa, karena kasih-Nya selalu terbuka.
  2. Menjadi saluran kerahiman: Mengampuni, membantu, dan mencintai sesama dengan tulus.
  3. Hidup dalam persekutuan: Membangun kebersamaan, doa, dan kepedulian sebagai wujud iman yang nyata.

Kerahiman Ilahi adalah sumber kehidupan baru bagi kita. Dari hati Yesus yang terluka mengalir kasih yang menyelamatkan dunia. Pada hari ini, kita diajak untuk percaya, menerima, dan membagikan kerahiman itu dalam kehidupan sehari-hari. “Ya, Engkau andalanku.” [psl]

Share this post :

Posting Komentar

Terima kasih atas Partisipasi Anda!

 
Copyright © 2015-2025. Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting