Kis 2:42-47 Mzm 118:2-4.13-15.22-24; 1Ptr 1:3-9 Yoh 20:19-31
Tema: “Kerahiman Ilahi: Sumber Iman, Harapan, dan Hidup Baru”
Pengantar
Pada Minggu Kerahiman Ilahi, Gereja mengajak kita mentransmisikan kasih Allah
yang tak terbatas, yang dinyatakan melalui kebangkitan Kristus. Kerahiman-Nya
memulihkan, menguatkan, dan menghidupkan kembali iman yang lemah. Dalam
kerahiman-Nya, kita menemukan kedamaian dan harapan baru.
Bacaan Pertama (Kis 2:42-47)
Umat perdana hidup dalam
persekutuan, doa, dan saling berbagi. Semua ini merupakan buah dari pengalaman
akan kerahiman Allah. Mereka merasakan kasih Tuhan yang nyata, sehingga hidup
dalam persatuan dan kepedulian.
Mazmur Tanggapan (Mzm 118:2-4.13-15.22-24)
Mazmur ini memuliakan kasih setia
Tuhan yang kekal. Kerahiman-Nya menjadi sumber kegembiraan dan keselamatan.
“Inilah hari yang dijadikan Tuhan” mengungkapkan kegembiraan karena karya
penyelamatan Allah.
Bacaan Kedua (1Ptr 1:3-9)
Rasul Petrus menegaskan bahwa
melalui kebangkitan Yesus, kita menerima hidup baru dan pengharapan yang hidup.
Sekalipun menghadapi pencobaan, iman kita dimurnikan dan diteguhkan oleh
kerahiman Allah.
Bacaan Injil (Yoh 20:19-31)
Yesus yang bangkit menampakkan diri
kepada para murid dan memberikan kedamaian sejahtera serta Roh Kudus. Kepada
Tomas yang ragu, Yesus menunjukkan luka-luka-Nya sebagai tanda kerahiman. Dari
luka itulah mengalir dan kehidupan baru.
Korelasi dari Seluruh Bacaan
Semua bacaan menegaskan bahwa
kerahiman Ilahi adalah pusat kehidupan iman. Dari komunitas umat perdana,
pujian mazmur, pengharapan dalam surat Petrus, hingga perjumpaan Yesus dengan
para murid, semuanya menunjukkan bahwa kasih Allah yang penuh kerahiman memulihkan,
menguatkan, dan mengutus. Kerahiman Allah mengubah keraguan menjadi iman,
ketakutan menjadi damai, dan kelemahan menjadi kekuatan.
Pesan untuk Praktik Hidup
- Percayalah pada kerahiman Tuhan: Datang kepada
Tuhan apa adanya, dengan segala kelemahan dan dosa, karena kasih-Nya
selalu terbuka.
- Menjadi saluran kerahiman: Mengampuni, membantu,
dan mencintai sesama dengan tulus.
- Hidup dalam persekutuan: Membangun kebersamaan,
doa, dan kepedulian sebagai wujud iman yang nyata.
Kerahiman Ilahi adalah sumber
kehidupan baru bagi kita. Dari hati Yesus yang terluka mengalir kasih yang
menyelamatkan dunia. Pada hari ini, kita diajak untuk percaya, menerima, dan
membagikan kerahiman itu dalam kehidupan sehari-hari. “Ya, Engkau andalanku.” [psl]






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!