Kel12:1-8,11-14; Mzm 116:12-13,15-18 1Kor 11:23-26 Yoh 13:1-15
Bacaan Pertama (Kel 12:1-8,11-14)
Allah menetapkan Paskah sebagai
tanda pembebasan umat Israel dari perpisahan di Mesir. Anak domba yang
dikorbankan dan darahnya menjadi tanda keselamatan. Ini bukan hanya peristiwa
sejarah, tetapi juga peringatan akan karya Allah yang menyelamatkan umat-Nya.
Mazmur Tanggapan (Mzm 116:12-13,15-18)
Pemazmur mengungkapkan rasa syukur
atas keselamatan yang diberikan Tuhan. Ia berjanji untuk mempersembahkan kurban
syukur dan setia memenuhi nazarnya. Hidup orang beriman adalah terima kasih
atas kasih Allah.
Bacaan Kedua (1Kor 11:23-26)
Paulus mengingatkan tentang
Perjamuan Tuhan: Yesus memberikan tubuh dan darah-Nya sebagai perjanjian baru.
Ekaristi menjadi kenangan hidup akan mengenang Kristus yang terus dihadirkan
dalam kehidupan Gereja.
Bacaan Injil (Yoh 13:1-15)
Yesus membasuh kaki para murid
sebagai tanda kasih dan kerendahan hati. Ia, Sang Guru dan Tuhan, mengambil
posisi sebagai pelayan. Ia memberi teladan agar para murid melakukan hal yang
sama: saling melayani dengan kasih.
Korelasi dari Seluruh Bacaan
Seluruh bacaan menunjukkan satu
benang merah: kasih Allah yang menyelamatkan diwujudkan melalui pengorbanan dan
pelayanan. Dari anak domba Paskah, Ekaristi, hingga tindakan Yesus membasuh
kaki, semuanya mengarah pada panggilan untuk hidup dalam kasih yang memberi
diri.
Tiga Pesan untuk Praktik Hidup
- Belajar bersyukur: Mengingat karya keselamatan
Tuhan dan menyambutnya dengan hidup penuh syukur.
- Menghidupi Ekaristi: Tidak hanya merayakan, tetapi
juga menjadi “roti yang dipecah-pecahkan” bagi sesama.
- Melayani dengan hati rendah: Meneladani Yesus
dengan siap melayani tanpa pamrih, bahkan dalam hal-hal kecil.
Kasih sejati tidak berhenti pada
kata-kata, namun nyata dalam pengorbanan dan pelayanan. Yesus telah memberi
teladan yang jelas. Kini, kita dipanggil untuk meneruskan kasih itu dalam
kehidupan sehari-hari,dengan hati yang rendah dan penuh kasih [psl].






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!