Yes 49:1-6 Mzm 71:1-6.15.17 Yoh 13:21-33.36-38
Saudara-saudari terkasih, menjelang
peristiwa sengsara, Sabda Tuhan hari ini membawa kita masuk dalam suasana yang
ketegangan penuh batin: panggilan yang agung, kesetiaan yang diuji, dan juga
pengabdian yang menyakitkan. Namun, di tengah semuanya, Allah tetap berkarya
dan rencana keselamatan-Nya tidak pernah gagal.
Bacaan Pertama (Yes 49:1-6)
Nabi Yesaya menampilkan sosok
“Hamba Tuhan” yang dipanggil sejak dalam kandungan untuk menjadi alat
keselamatan bagi bangsa-bangsa. Meskipun ia mengalami rasa letih dan kegagalan,
Allah menegaskan bahwa pencapaiannya tidak sia-sia. Bahkan, seruannya bertentangan:
bukan hanya untuk Israel, tetapi menjadi terang bagi bangsa-bangsa.
Panggilan Allah sering kali
melampaui harapan kita, dan kesetiaan tidak diukur dari keberhasilan lahiriah,
melainkan dari ketaatan.
Mazmur Tanggapan (Mzm 71:1-6.15.17)
Pemazmur mengungkapkan kepercayaan
total kepada Allah sejak masa muda hingga usia lanjut. Tuhan adalah tempat
perlindungan yang tidak pernah mengecewakan.
Hidup orang beriman adalah
kesaksian panjang tentang kesetiaan kepada Allah yang terus menopang.
Bacaan Injil (Yoh 13:21-33.36-38)
Dalam pidato terakhirnya, Yesus
mengungkapkan bahwa salah satu murid-Nya akan berlangsung Dia. Yudas pergi
untuk menekankannya. Petrus yang merasa setia, justru dinubuatkan akan
menyangkal Yesus.
Bahkan orang-orang terdekat Yesus
pun bisa jatuh; kesetiaan manusia rapuh tanpa rahmat Tuhan.
Korelasi Seluruh Bacaan
Bacaan ketiga ini menampilkan
kontras yang kuat: panggilan ilahi yang mulia dan respons manusia yang lemah.
Hamba Tuhan dalam Yesaya tetap setia, sementara dalam Injil kita melihat
pengkhianatan dan penyangkalan. Jembatan Mazmur menjadi yang menegaskan bahwa
hanya dengan bersandar pada Allah, manusia dapat bertahan dalam kesetiaan.
Pesan untuk Hidup Praktis
- Jalani panggilan dengan setia, meski terasa berat
atau tidak dimaafkan.
- Waspadai kelemahan diri, jangan merasa diri pasti
setia tanpa bergantung pada Tuhan.
- Bangun hubungan yang mendalam dengan Allah, karena
hanya Dia sumber kekuatan dalam menghadapi ujian.
Saudara-saudari, Sabda Tuhan hari
ini mengingatkan bahwa kesetiaan lahir sejati dari kedekatan dengan Allah.
Dalam dunia yang penuh godaan dan kelemahan, kita dipanggil untuk tetap setia,
bukan karena kekuatan sendiri, tetapi karena rahmat Tuhan yang bekerja dalam
diri kita. Semoga kita menjadi terang bagi sesama, meski harus melewati salib
kehidupan.






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!