Dan 3:25.34-43 Mzm 25:4-9 Mat 18:21-35
Bacaan Pertama (Daniel 3:25.34–43)
Bacaan ini merupakan bagian dari
doa Azarya yang dipanjatkan di tengah peristiwa dapur api pada masa pembuangan
di Babel. Dalam konteks penderitaan umat Israel akibat ketidaksetiaan mereka
kepada Tuhan, Azarya memohon belas kasih Allah. Ia mengakui dosa umatnya dan
dengan rendah hati mempersembahkan hati yang remuk sebagai korban yang berkenan
kepada Tuhan.
Intinya: pertobatan sejati
lahir dari kerendahan hati dan kepercayaan bahwa Tuhan tetap berbelas kasih
kepada umat-Nya.
Mazmur Tanggapan (Mazmur 25:4–9)
Mazmur ini adalah doa permohonan
seorang yang mencari bimbingan Tuhan. Dalam konteks pengalaman hidup yang penuh
tantangan dan kesalahan manusia, pemazmur memohon agar Tuhan menunjukkan
jalan-Nya dan mengajar manusia berjalan dalam kebenaran-Nya.
Intinya: Tuhan membimbing
orang-orang yang rendah hati dan membimbing mereka di jalan kebenaran.
Bacaan Injil (Matius 18:21–35)
Dalam konteks ajaran Yesus tentang
kehidupan dalam komunitas para murid, Petrus bertanya berapa kali ia harus
mengampuni saudaranya. Yesus menjawab “bukan sampai tujuh kali, melainkan tujuh
puluh kali tujuh kali.” Untuk menjelaskan hal itu, Yesus menyampaikan
perumpamaan tentang seorang hamba yang memiliki hutangnya yang sangat besar
oleh kecilnya, tetapi ia sendiri tidak mau mengampuni hutang kecil dari
sesamanya.
Intinya: orang yang telah
menerima pengampunan dari Allah dipanggil untuk mengampuni sesamanya tanpa
batas.
Korelasi Antar Bacaan
Azarya memohon belas kasih Tuhan
dengan hati yang rendah. Pemazmur memohon bimbingan Tuhan bagi orang yang mau
berjalan dalam kerendahan hati. Dalam Injil, Yesus menegaskan bahwa pengampunan
yang kita terima dari Allah harus diteruskan kepada sesama.
Semua bacaan menegaskan bahwa hidup
dalam rahmat Allah menuntut hati yang berkomposisi, rendah hati, dan siap
mengampuni.
Pesan untuk Praktik Hidup
- Belajar mengakui kesalahan di hadapan Tuhan, karena
pertobatan membuka pintu rahmat-Nya.
- Mengampuni sesama dengan tulus, karena kita sendiri
telah menerima yang jauh lebih besar dari Tuhan.
- Memohon bimbingan Tuhan dalam hidup, agar hati kita
semakin lembut, rendah hati, dan penuh belas kasih.
Siapa yang sungguh menyadari betapa
besarnya rahmat Allah kepadanya, akan mampu mengampuni sesamanya dengan hati
yang ikhlas [psl].






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!