Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga

Renungan Harian Katolik: Selasa, 10 Maret 2026

Dan 3:25.34-43 Mzm 25:4-9 Mat 18:21-35

 Tema: “Pengampunan yang Lahir dari Hati yang Rendah”

 

Pengantar

Dalam kehidupan sehari-hari, tidak mudah untuk mengampuni orang yang menyakiti kita. Luka, kekecewaan, dan kemarahan sering kali membuat hati menjadi keras. Namun Sabda Tuhan hari ini mengingatkan bahwa kita dipanggil untuk hidup dalam pengampunan, karena Allah sendiri telah terlebih dahulu menunjukkan belasan kasih-Nya kepada kita.

Bacaan Pertama (Daniel 3:25.34–43)

Bacaan ini merupakan bagian dari doa Azarya yang dipanjatkan di tengah peristiwa dapur api pada masa pembuangan di Babel. Dalam konteks penderitaan umat Israel akibat ketidaksetiaan mereka kepada Tuhan, Azarya memohon belas kasih Allah. Ia mengakui dosa umatnya dan dengan rendah hati mempersembahkan hati yang remuk sebagai korban yang berkenan kepada Tuhan.

Intinya: pertobatan sejati lahir dari kerendahan hati dan kepercayaan bahwa Tuhan tetap berbelas kasih kepada umat-Nya.

Mazmur Tanggapan (Mazmur 25:4–9)

Mazmur ini adalah doa permohonan seorang yang mencari bimbingan Tuhan. Dalam konteks pengalaman hidup yang penuh tantangan dan kesalahan manusia, pemazmur memohon agar Tuhan menunjukkan jalan-Nya dan mengajar manusia berjalan dalam kebenaran-Nya.

Intinya: Tuhan membimbing orang-orang yang rendah hati dan membimbing mereka di jalan kebenaran.

Bacaan Injil (Matius 18:21–35)

Dalam konteks ajaran Yesus tentang kehidupan dalam komunitas para murid, Petrus bertanya berapa kali ia harus mengampuni saudaranya. Yesus menjawab “bukan sampai tujuh kali, melainkan tujuh puluh kali tujuh kali.” Untuk menjelaskan hal itu, Yesus menyampaikan perumpamaan tentang seorang hamba yang memiliki hutangnya yang sangat besar oleh kecilnya, tetapi ia sendiri tidak mau mengampuni hutang kecil dari sesamanya.

Intinya: orang yang telah menerima pengampunan dari Allah dipanggil untuk mengampuni sesamanya tanpa batas.

Korelasi Antar Bacaan

Azarya memohon belas kasih Tuhan dengan hati yang rendah. Pemazmur memohon bimbingan Tuhan bagi orang yang mau berjalan dalam kerendahan hati. Dalam Injil, Yesus menegaskan bahwa pengampunan yang kita terima dari Allah harus diteruskan kepada sesama.

Semua bacaan menegaskan bahwa hidup dalam rahmat Allah menuntut hati yang berkomposisi, rendah hati, dan siap mengampuni.

Pesan untuk Praktik Hidup

  1. Belajar mengakui kesalahan di hadapan Tuhan, karena pertobatan membuka pintu rahmat-Nya.
  2. Mengampuni sesama dengan tulus, karena kita sendiri telah menerima yang jauh lebih besar dari Tuhan.
  3. Memohon bimbingan Tuhan dalam hidup, agar hati kita semakin lembut, rendah hati, dan penuh belas kasih.

Siapa yang sungguh menyadari betapa besarnya rahmat Allah kepadanya, akan mampu mengampuni sesamanya dengan hati yang ikhlas [psl].

Share this post :

Posting Komentar

Terima kasih atas Partisipasi Anda!

 
Copyright © 2015-2025. Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting