Yer 11:18-20 Mzm 7:2-3.9-12 Yoh 7:40-53
Pengantar
Dalam kehidupan, tidak jarang kita
mengalami kesalahpahaman, penolakan, bahkan perlakuan tidak adil. Situasi ini
bisa membuat kita kecewa dan putus asa. Namun Sabda Tuhan hari ini mengajak
kita untuk tetap percaya bahwa Tuhan adalah hakim yang adil dan selalu membela
orang yang setia kepada-Nya.
Bacaan Pertama (Yeremia 11:18–20)
Bacaan ini berada dalam konteks
pengalaman Nabi Yeremia yang menghadapi rencana jahat dari orang-orang di
sekitarnya, termasuk dari kampung halamannya sendiri. Setelah Tuhan
menyingkapkan rencana tersebut, Yeremia menyerahkan dirinya kepada Tuhan
sebagai hakim yang adil, yang menguji hati dan batin manusia.
Intinya: dalam menghadapi
ketidakadilan dan ancaman, orang beriman dipanggil untuk menyerahkan
pembelaannya kepada Tuhan.
Mazmur Tanggapan (Mazmur 7:2–3.9–12)
Mazmur ini merupakan doa permohonan
perlindungan dari seseorang yang difitnah atau dianiaya. Dalam konteks
penderitaan itu, pemazmur memohon keadilan Tuhan dan menyatakan keyakinannya
bahwa Tuhan adalah hakim yang adil yang melindungi orang yang tulus hati.
Intinya: Tuhan adalah
pelindung dan hakim yang adil bagi orang yang hidup benar.
Bacaan Injil (Yohanes 7:40–53)
Dalam konteks mengenai identitas
Yesus di Yerusalem, banyak orang terpecah pendapat: ada yang percaya bahwa
Yesus adalah Mesias, tetapi ada juga yang menolak karena asal-usul-Nya dianggap
tidak sesuai harapan. Para pemimpin agama bahkan berusaha menangkap-Nya, tetapi
tidak berhasil, dan terjadi perpecahan di antara mereka.
Intinya: Yesus menyampaikan
penolakan dan perselisihan, karena tidak semua orang terbuka menerima
kebenaran.
Korelasi Antar Bacaan
Yeremia mengalami ancaman karena
kesetiaannya kepada Tuhan. Pemazmur berseru kepada Tuhan sebagai hakim yang
adil. Dalam Injil, Yesus sendiri mengalami penolakan dan perpecahan di tengah
umat.
Semua bacaan menunjukkan bahwa orang
yang hidup dalam kebenaran sering menerima penolakan, tetapi Tuhan tetap
menjadi pembela dan sumber keadilan mereka.
- Tetap setia pada kebenaran , meskipun menerima
penolakan atau perlakuan tidak adil.
- Menyerahkan persoalan dan luka hati kepada Tuhan ,
bukan membalas dengan kebencian atau dendam.
- Membuka hati untuk menerima kebenaran , agar kita
tidak menjadi bagian dari penolakan terhadap karya Tuhan.
Tuhan adalah hakim yang adil dan
pembela setia bagi setiap orang yang tetap teguh dalam kebenaran.






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!