Yes 49:8-15 Mzm 145:8-9.13-14.17-18; Yoh 5:17-30
Pengantar
Dalam hidup, manusia terkadang merasa ditinggalkan,
dilupakan, atau tidak diperhatikan—baik oleh sesama maupun bahkan oleh Tuhan.
Namun Sabda Tuhan hari ini menegaskan bahwa kasih Tuhan jauh melampaui segala
keterbatasan manusia. Ia setia, dekat, dan tidak pernah melupakan umat-Nya.
Bacaan Pertama (Yesaya 49:8–15)
Bacaan ini berada dalam konteks masa pembuangan bangsa
Israel di Babel, ketika umat menderita penderitaan dan merasa ditinggalkan oleh
Tuhan. Melalui Nabi Yesaya, Tuhan menyampaikan janji pemulihan: Ia akan
memerdekakan umat, membimbing mereka, dan mencukupi kebutuhan mereka. Terlebih
lagi Tuhan menegaskan bahwa betapapun seorang ibu dapat mencintai anaknya, Ia
tidak akan pernah melupakan umat-Nya.
Intinya: kasih dan kesetiaan Tuhan tidak pernah
pudar; Ia selalu mengingat dan memelihara umat-Nya.
Mazmur Tanggapan (Mazmur 145:8–9.13–14.17–18)
Mazmur ini adalah pujian kepada Tuhan yang penuh kasih dan
setia. Dalam konteks pengalaman iman umat, pemazmur menegaskan bahwa Tuhan
penyayang, pengasih, dan setia dalam segala perbuatan-Nya. Ia menopang yang
jatuh dan dekat dengan semua orang yang memohon kepada-Nya.
Intinya: Tuhan adalah Allah yang penuh belas kasih,
dekat, dan selalu siap membantu umat-Nya.
Bacaan Injil (Yohanes 5:17–30)
Dalam konteks setelah penyembuhan pada hari Sabat, Yesus
menghadapi kritik dari para pemimpin Yahudi. Yesus menegaskan bahwa Ia bekerja
seperti Bapa-Nya yang terus berkarya. Ia juga menyatakan kesatuan-Nya dengan
Bapa, bahwa Ia memiliki kuasa untuk memberi hidup dan menghakimi.
Intinya: Yesus adalah Putra Allah yang menghadirkan
kasih, kehidupan, dan karya keselamatan Allah di dunia.
Korelasi Antar Bacaan
Yesaya menegaskan bahwa Tuhan tidak pernah melupakan
umat-Nya. Mazmur memuji Tuhan yang penuh kasih dan dekat dengan umat. Dalam
Injil, Yesus menunjukkan bahwa kasih Allah itu nyata dan terus bekerja melalui
diri-Nya.
Semua bacaan menegaskan bahwa kasih Tuhan itu hidup, aktif,
dan setia—tidak pernah berhenti bekerja demi keselamatan manusia.
- Percayalah
bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita , bahkan di masa sulit atau
penuh penderitaan.
- Mendekat
kepada Tuhan dalam doa , karena Ia selalu dekat dan siap mendengarkan.
- Meneladani
kasih Tuhan dalam hidup sehari-hari , dengan menjadi pribadi yang setia,
peduli, dan penuh belas kasih kepada sesama.
Kasih Tuhan tidak pernah melupakan kita, dan di dalam Yesus,
kasih itu terus bekerja membawa kehidupan dan keselamatan.






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!