Yer 18:18-20 Mzm 31:5-6.14-16 Mat 20:17-28
Pengantar
Dalam masa Prapaskah, Sabda Tuhan
semakin membimbing kita mendekati misteri salib. Hari ini kita melihat
bagaimana orang benar sering mengalami keluhan dan penderitaan. Namun Yesus
menunjukkan bahwa penderitaan bukanlah akhir, melainkan jalan menuju keselamatan
melalui kasih dan pelayanan.
Bacaan Pertama (Yeremia 18:18–20)
Dalam konteks pelayanan Nabi
Yeremia yang sering menegur bangsa Yehuda karena ketidaksetiaan mereka, ia
menghadapi perlawanan dan rencana jahat dari para pemimpin bangsa. Mereka ingin
membubungkam suaranya. Yeremia mengadu kepada Tuhan, mengingatkan bahwa ia
justru telah berdoa demi kebaikan mereka.
Intinya: pewarta kebenaran sering
menerima penolakan, tetapi tetap dipanggil untuk setia dan menyerahkan
pembelaan kepada Tuhan.
Mazmur Tanggapan (Mazmur 31:5–6.14–16)
Mazmur ini merupakan doa orang
benar yang ditekankan dan dikepung musuh. Dalam penderitaan dan ancaman,
pemazmur menyerahkan hidupnya ke dalam tangan Tuhan dengan penuh kepercayaan.
Intinya: dalam situasi sulit dan
tidak adil, kepercayaan kepada Tuhan menjadi kekuatan dan perlindungan sejati.
Bacaan Injil (Matius 20:17–28)
Dalam perjalanan menuju Yerusalem,
Yesus untuk ketiga kalinya menubuatkan sengsara dan wafat-Nya. Namun di tengah
suasana serius itu, ibu anak-anak Zebedeus meminta kedudukan dengan hormat bagi
putra-putranya. Yesus menyampaikan dengan mengajarkan bahwa kebesaran dalam
Kerajaan Allah bukan soal kekuasaan, tetapi pelayanan: “Anak Manusia datang
bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya.”
Intinya: kemuliaan sejati lahir
dari pengorbanan dan pelayanan, bukan dari ambisi dan kedudukan.
Korelasi Antar Bacaan
Yeremia menderita karena kebenaran,
pemazmur berseru dalam tekanan, dan Yesus menubuatkan penderita-Nya sambil
mengajarkan arti pelayanan yang sejati. Semua bacaan menunjukkan bahwa jalan
orang benar sering kali adalah jalan salib.
Namun di dalam penderitaan itu ada
makna keselamatan. Penderitaan yang dijalani dengan iman dan kasih menjadi
bagian dari karya Allah.
Tiga Pesan
- Tetap setia pada kebenaran, meskipun ada penolakan
atau kesalahpahaman.
- Belajar menyerahkan hidup kepada Tuhan, terutama
saat merasa tidak dimengerti atau diperlakukan tidak adil.
- Mengutamakan pelayanan daripada ambisi pribadi,
menjadikan keluarga, komunitas, dan tempat kerja sebagai ladang kasih.
Siapapun yang berani melintasi
dalam pelayanan, akan mengambil bagian dalam kemuliaan Kristus [psl].






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!