1Sam 16,1b.6-7.10-13a;Mzm 23,1-3a.3b-4.5.6;Ef 5,8-14;Yoh 9,1-41
Pengantar
Bacaan Pertama (1 Samuel 16:1b.6–7.10–13a)
Bangsa Israel mengalami krisis
kepemimpinan karena Raja Saul tidak lagi setia kepada Tuhan. Maka Tuhan
mengutus Nabi Samuel ke Betlehem untuk mengurapi raja baru dari keluarga
Isai. Samuel semula terkesan oleh penampilan Eliab yang gagah. Namun Tuhan
menegurnya: “Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa
yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.” Akhirnya pilihan Tuhan jatuh
pada Daud, anak bungsu yang tidak diperhitungkan. Ia masih seorang
gembala, tetapi hatinya berkenan kepada Tuhan. Inti pesan: Allah
memilih berdasarkan ketulusan hati dan kesediaan untuk setia kepada-Nya,
bukan berdasarkan status atau penampilan luar.
Mazmur Tanggapan (Mazmur 23:1–3a.3b–4.5.6)
Pemazmur menyatakan keyakinan
bahwa: Tuhan adalah gembala yang menuntun, Ia membawa umat ke padang
rumput yang hijau dan air yang tenang, bahkan di lembah kekelaman,
umat tidak perlu takut.
Inti pesan: Tuhan tidak
hanya memilih manusia, tetapi juga menyertai, memelihara, dan menuntun hidup
manusia sepanjang perjalanan hidupnya.
Bacaan Kedua (Efesus 5:8–14)
Dalam surat kepada jemaat di
Efesus, Santo Paulus menasihati umat yang telah menerima baptisan agar hidup
sesuai identitas baru mereka sebagai orang Kristen. Dahulu mereka hidup
dalam kegelapan dosa, tetapi sekarang mereka telah menjadi anak-anak terang
dalam Tuhan. Paulus menegaskan bahwa hidup dalam terang berarti
menghasilkan: kebaikan, keadilan, dan kebenaran. Orang yang telah mengenal
Kristus dipanggil meninggalkan kegelapan dosa dan hidup dalam terang Kristus.
Bacaan Injil (Yohanes 9:1–41)
Yesus menyembuhkan seorang yang
buta sejak lahir. Mukjizat ini menimbulkan perdebatan besar dengan orang
Farisi karena dilakukan pada hari Sabat.
Orang yang tadinya buta
perlahan-lahan bertumbuh dalam iman: pertama ia menyebut Yesus sebagai
manusia, kemudian sebagai nabi, akhirnya ia mengakui Yesus sebagai Tuhan dan
percaya kepada-Nya. Sebaliknya, para Farisi yang merasa melihat justru tetap
buta secara rohani.
esus datang sebagai Terang dunia
yang membuka mata manusia agar dapat melihat kebenaran dan percaya kepada-Nya.
Korelasi Antar Bacaan
Jika kita melihat keseluruhan bacaan hari ini, terdapat satu benang merah yang sangat kuat: Allah melihat hati manusia (Daud dipilih), Allah menuntun hidup manusia seperti gembala (Mazmur 23), Manusia dipanggil hidup dalam terang (Efesus), Kristus membuka mata rohani manusia (Injil Yohanes).
Artinya, perjalanan iman manusia
adalah proses dari kegelapan menuju terang, dari penilaian manusia
menuju pandangan Allah, dan dari kebutaan rohani menuju iman kepada Kristus.
Pesan untuk Praktik Hidup
- Belajar melihat seperti Allah melihat. Kita sering menilai orang dari penampilan, status, atau keberhasilan. Tuhan mengajak kita melihat hati dan ketulusan seseorang.
- Percaya pada penyertaan Tuhan. Dalam situasi hidup yang sulit sekalipun, kita diundang percaya bahwa Tuhan adalah gembala yang menuntun hidup kita.
- Hidup sebagai anak terang
Iman kepada Kristus harus nyata dalam kehidupan sehari-hari melalui: kejujuran, kebaikan, keadilan, kasih kepada sesama [psl].






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!