Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga

Renungan Harian Katolik: Kamis, 12 Maret 2026

Yer 7:23-28 Mzm 95:1-2.6-9 Luk 11:14-23

 Tema: “Mendengarkan dan Setia kepada Suara Tuhan”


Pengantar

Sering kali Tuhan berbicara kepada manusia melalui sabda-Nya, tetapi tidak semua orang mau mendengarkan. Kesibukan, keegoisan, dan kerasnya hati dapat membuat manusia menutup telinga terhadap kehendak Tuhan. Bacaan hari ini mengingatkan bahwa keselamatan dimulai dari hati yang mau mendengarkan dan setia kepada suara Tuhan.

Bacaan Pertama (Yeremia 7:23–28)

Bacaan ini berasal dari nubuat Nabi Yeremia pada masa ketika bangsa Yehuda mengalami kemerosotan iman dan moral. Dalam konteks ini, Tuhan mengingatkan bahwa sejak awal Ia memanggil umat-Nya untuk taat kepada suara-Nya agar mereka hidup dalam kebaikan. Namun bangsa itu terus-menerus meyakinkan hati dan menolak mendengarkan para nabi yang diut

Intinya: ketidaktaatan dan keras hati membuat umat menjauh dari jalan yang dikehendaki Tuhan.

Mazmur Tanggapan (Mazmur 95:1–2.6–9)

Mazmur ini merupakan ajakan untuk memuji dan menyembah Tuhan sebagai gembala umat-Nya. Dalam konteks sejarah Israel, pemazmur juga mengingatkan peristiwa di Meriba dan Masa ketika nenek nenek moyang mereka mencobai Tuhan karena kurang percaya kepada-Nya.

Intinya: umat diajak untuk tidak memaksakan hati, tetapi membuka diri terhadap suara Tuhan.

Bacaan Injil (Lukas 11:14–23)

Dalam konteks pelayanan Yesus, Ia menyembuhkan seorang yang kerasukan setan sehingga orang itu dapat berbicara kembali. Namun sebagian besar orang justru menuduh bahwa Yesus mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Yesus menyampaikan tuduhan itu dengan menjelaskan bahwa kerajaan yang terpecah tidak dapat bertahan, dan bahwa kekuasaan-Nya berasal dari Allah.

Intinya: karya Tuhan sering kali ditolak oleh hati mereka yang tertutup dan tidak mau percaya.

Korelasi Antar Bacaan

Nabi Yeremia menegur bangsa Israel yang tidak mau mendengarkan suara Tuhan. Mazmur mengingatkan umat agar tidak memaksakan hati seperti nenek moyang mereka. Dalam Injil, Yesus menghadapi orang-orang yang menolak karya Allah meskipun mereka menyaksikan mukjizat-Nya.

Semua bacaan menyatakan bahwa hati yang keras dan tertutup membuat manusia sulit mengenali dan menerima karya Tuhan dalam hidupnya.

Pesan untuk Praktik Hidup

  1. Membuka hati untuk mendengarkan sabda Tuhan, terutama melalui Kitab Suci, doa, dan ajaran Gereja.
  2. Belajar peka terhadap karya Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan melalui peristiwa sederhana.
  3. Menghindari sikap keras hati dan prasangka, agar kita tidak menolak karya Tuhan tanpa disadari.

Hati yang terbuka dan mau mendengarkan akan mampu mengenali dan menerima karya Tuhan dalam hidupnya [psl].

Share this post :

Posting Komentar

Terima kasih atas Partisipasi Anda!

 
Copyright © 2015-2025. Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting