Yer 7:23-28 Mzm 95:1-2.6-9 Luk 11:14-23
Sering kali Tuhan berbicara kepada
manusia melalui sabda-Nya, tetapi tidak semua orang mau mendengarkan.
Kesibukan, keegoisan, dan kerasnya hati dapat membuat manusia menutup telinga
terhadap kehendak Tuhan. Bacaan hari ini mengingatkan bahwa keselamatan dimulai
dari hati yang mau mendengarkan dan setia kepada suara Tuhan.
Bacaan Pertama (Yeremia 7:23–28)
Bacaan ini berasal dari nubuat Nabi
Yeremia pada masa ketika bangsa Yehuda mengalami kemerosotan iman dan moral.
Dalam konteks ini, Tuhan mengingatkan bahwa sejak awal Ia memanggil umat-Nya
untuk taat kepada suara-Nya agar mereka hidup dalam kebaikan. Namun bangsa itu
terus-menerus meyakinkan hati dan menolak mendengarkan para nabi yang diut
Intinya: ketidaktaatan dan
keras hati membuat umat menjauh dari jalan yang dikehendaki Tuhan.
Mazmur Tanggapan (Mazmur 95:1–2.6–9)
Mazmur ini merupakan ajakan untuk
memuji dan menyembah Tuhan sebagai gembala umat-Nya. Dalam konteks sejarah
Israel, pemazmur juga mengingatkan peristiwa di Meriba dan Masa ketika nenek
nenek moyang mereka mencobai Tuhan karena kurang percaya kepada-Nya.
Intinya: umat diajak untuk
tidak memaksakan hati, tetapi membuka diri terhadap suara Tuhan.
Bacaan Injil (Lukas 11:14–23)
Dalam konteks pelayanan Yesus, Ia
menyembuhkan seorang yang kerasukan setan sehingga orang itu dapat berbicara
kembali. Namun sebagian besar orang justru menuduh bahwa Yesus mengusir setan
dengan kuasa Beelzebul. Yesus menyampaikan tuduhan itu dengan menjelaskan bahwa
kerajaan yang terpecah tidak dapat bertahan, dan bahwa kekuasaan-Nya berasal
dari Allah.
Intinya: karya Tuhan sering
kali ditolak oleh hati mereka yang tertutup dan tidak mau percaya.
Korelasi Antar Bacaan
Nabi Yeremia menegur bangsa Israel
yang tidak mau mendengarkan suara Tuhan. Mazmur mengingatkan umat agar tidak
memaksakan hati seperti nenek moyang mereka. Dalam Injil, Yesus menghadapi
orang-orang yang menolak karya Allah meskipun mereka menyaksikan mukjizat-Nya.
Semua bacaan menyatakan bahwa hati
yang keras dan tertutup membuat manusia sulit mengenali dan menerima karya
Tuhan dalam hidupnya.
Pesan untuk Praktik Hidup
- Membuka hati untuk mendengarkan sabda Tuhan,
terutama melalui Kitab Suci, doa, dan ajaran Gereja.
- Belajar peka terhadap karya Tuhan dalam kehidupan
sehari-hari, bahkan melalui peristiwa sederhana.
- Menghindari sikap keras hati dan prasangka, agar
kita tidak menolak karya Tuhan tanpa disadari.
Hati yang terbuka dan mau
mendengarkan akan mampu mengenali dan menerima karya Tuhan dalam hidupnya [psl].






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!