Yer 20:10-13 Mzm 18:2-7 Yoh 10:31-42
Pengantar
pengikut Tuhan tidak selalu berarti
hidup tanpa persetujuan. Justru seringkali, mengikuti Tuhan berarti kebencian
pada kekecewaan, kesalahpahaman, bahkan ancaman. Namun dalam Sabda Tuhan hari
ini, kami membangun bahwa di tengah-tengah penolakan dan kesalahpahaman, Tuhan
tetap menjadi pelindung dan sumber kekuatan kami.
Bacaan Pertama (Yeremia 20:10–13)
Bacaan ini sebagian dari kisah
penderitaan nabi Yeremia, seorang nabi Tuhan yang menderita pada tekanan,
ancaman, bahkan ancaman dari orang-orang di sekitar Yeremia sendiri karena
pekerjaannya sebagai nabi Tuhan. Ia merasa dikhianati dan diolok-olok oleh
orang-orang di sekitar Yeremia sendiri, orang-orang yang ingin menjatuhkan
Yeremia sebagai nabi Tuhan. Namun di tengah-tengah rasa takutnya, Yeremia tetap
percaya bahwa Tuhan menyertainya sebagai pahlawan yang gagah dan pembelaan yang
adil.
Intinya: dalam penderitaan dan
ancaman, iman kepada Tuhan memberi kekuatan dan harapan.
Inti Mazmur Tanggapan
Mazmur ini adalah ungkapan terima
kasih dan kepercayaan Daud kepada Tuhan setelah mengalami pengampunan dari
musuh-musuhnya. Dalam konteks bahaya dan kesesakan, Daud berseru kepada Tuhan
dan mengalami pertolongan-Nya.
Tuhan adalah pelindung, gunung
batu, dan penyelamat yang setia bagi umat-Nya dalam kesulitan.
Bacaan Injil (Yohanes 10:31-42)
Dalam konteks terjadi Yesus dengan
orang-orang Yahudi, Yesus menghadapi upaya perajaman karena mereka menuduh-Nya
menghujat Allah, karena Ia menyatakan diri-Nya sebagai Anak Allah. Meskipun
ditolak dan diancam, Yesus tetap setia pada misi-Nya dan menunjukkan bahwa
karya-Nya berasal dari Bapa.
Inti Bacaan Injil: Yesus tetap
setia pada kebenaran meskipun menghadapi penolakan dan ancaman.
Korelasi Antara Bacaan-Bacaan
Yeremia menerima penolakan karena
kesetiaannya kepada Tuhan. Mazmur menegaskan Tuhan sebagai benteng
perlindungan. Dalam Injil, Yesus menyampaikan penolakan dan ancaman karena
kebenaran yang Ia wartakan kepada manusia.
Ketiga bacaan menegaskan satu
prinsip yang sama, yaitu kesetiaan kepada Tuhan sering menghadirkan tantangan
bagi manusia. Tuhan tetap menjadi benteng perlindungan bagi umat-Nya.
Pesan untuk Praksis Hidup
Tetap setia pada iman dan
kebenaran, meskipun menghadapi tekanan atau penolakan. Menjadikan Tuhan sebagai
tempat perlindungan, terutama dalam segala situasi hidup [psl]






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!