Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga

Renungan Harian Katolik: Jumat, 27 Maret 2026

Yer 20:10-13 Mzm 18:2-7 Yoh 10:31-42

 Tema: “Tuhan, Benteng di Tengah Penolakan”

 

Pengantar

pengikut Tuhan tidak selalu berarti hidup tanpa persetujuan. Justru seringkali, mengikuti Tuhan berarti kebencian pada kekecewaan, kesalahpahaman, bahkan ancaman. Namun dalam Sabda Tuhan hari ini, kami membangun bahwa di tengah-tengah penolakan dan kesalahpahaman, Tuhan tetap menjadi pelindung dan sumber kekuatan kami.


Bacaan Pertama (Yeremia 20:10–13)

Bacaan ini sebagian dari kisah penderitaan nabi Yeremia, seorang nabi Tuhan yang menderita pada tekanan, ancaman, bahkan ancaman dari orang-orang di sekitar Yeremia sendiri karena pekerjaannya sebagai nabi Tuhan. Ia merasa dikhianati dan diolok-olok oleh orang-orang di sekitar Yeremia sendiri, orang-orang yang ingin menjatuhkan Yeremia sebagai nabi Tuhan. Namun di tengah-tengah rasa takutnya, Yeremia tetap percaya bahwa Tuhan menyertainya sebagai pahlawan yang gagah dan pembelaan yang adil.

Intinya: dalam penderitaan dan ancaman, iman kepada Tuhan memberi kekuatan dan harapan.

Inti Mazmur Tanggapan

Mazmur ini adalah ungkapan terima kasih dan kepercayaan Daud kepada Tuhan setelah mengalami pengampunan dari musuh-musuhnya. Dalam konteks bahaya dan kesesakan, Daud berseru kepada Tuhan dan mengalami pertolongan-Nya.

Tuhan adalah pelindung, gunung batu, dan penyelamat yang setia bagi umat-Nya dalam kesulitan.

Bacaan Injil (Yohanes 10:31-42)

Dalam konteks terjadi Yesus dengan orang-orang Yahudi, Yesus menghadapi upaya perajaman karena mereka menuduh-Nya menghujat Allah, karena Ia menyatakan diri-Nya sebagai Anak Allah. Meskipun ditolak dan diancam, Yesus tetap setia pada misi-Nya dan menunjukkan bahwa karya-Nya berasal dari Bapa.

Inti Bacaan Injil: Yesus tetap setia pada kebenaran meskipun menghadapi penolakan dan ancaman.

Korelasi Antara Bacaan-Bacaan

Yeremia menerima penolakan karena kesetiaannya kepada Tuhan. Mazmur menegaskan Tuhan sebagai benteng perlindungan. Dalam Injil, Yesus menyampaikan penolakan dan ancaman karena kebenaran yang Ia wartakan kepada manusia.

Ketiga bacaan menegaskan satu prinsip yang sama, yaitu kesetiaan kepada Tuhan sering menghadirkan tantangan bagi manusia. Tuhan tetap menjadi benteng perlindungan bagi umat-Nya.

Pesan untuk Praksis Hidup

Tetap setia pada iman dan kebenaran, meskipun menghadapi tekanan atau penolakan. Menjadikan Tuhan sebagai tempat perlindungan, terutama dalam segala situasi hidup [psl]

Share this post :

Posting Komentar

Terima kasih atas Partisipasi Anda!

 
Copyright © 2015-2025. Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting