Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

Berperanglah melawan setan dan segala kuasanya dan berpihaklah kepada Kehendak Allah!

Minggu 9 Juni 2024

Kej 3:9-15
Mzm 130:1-2.3-4ab.4c-6.7-8
2 Kor 4:13-5:11
Mrk 3:20-35

Berperanglah melawan setan dan segala kuasanya,
dan berpihaklah kepada Kehendak Allah!

Saudara-saudari terkasih, lewat bacaan-bacaan hari ini kita menyadari bahwa setan (kejahatan) dan kekuatannya ada di bumi ini dan selalu berjuang untuk menghancurkan kebaikan yang berasal dari Allah dalam diri manusia. Perikop Injil sendiri melukiskan bahwa Ia mesti berperang melawan kuasa setan. Syukur bahwa Yesus tampil sebagai pemenang. Ia tidak kalah. Kita manusia pun terus bertempur melawan setan. Namun kita berbeda dengan Yesus. Kita kerap kalah terhadap kuasa setan, dengan percaya kepada kekuatan setan itu. Misalnya, kalau ada soal dan sakit dalam hidup, banyak orang lekas pergi ke dukun, belajar ilmu hitam, santet/klenik, dan lain sebagainya. Ada juga yang sungguh ketakutan terhadap setan. Maka, maka sebelum berhadapan dengan setan, dia sendiri sudah lebih dulu kalah. Akibatnya, gampang kerasukan, sebab batinnya rapuh. Manusia, karena tertarik oleh iming-iming akan kenikmatan yang besar, atau karena ingin kekayaan, sering pergi ke dukun untuk mengambil pelaris (semu, palsu), yang berarti juga percaya kepada si setan, dan akhirnya menjadi sumber mata pencaharian si dukun, bahkan sampai menjadi sapi perahan si dukun, sampai sedikit-sedikit tergantung, dan tidak percya kepada Tuhan lagi. Akhirnya terbuang dari kebahagiaan.

Dalam bacaan pertama, dilukiskan, karena pengaruh kekuatan setan (ular penggoda), iblis, akhirnya manusia terpaksa keluar dari taman Eden. Sebenarnya, Tuhan telah menempatkan manusia di taman penuh kedamaian itu. Namun, karena godaan setan, iblis yang jahat itu, manusia jatuh ke dalam dosa. Iblis/setan menawarkan sejuta kenikmatan kepada si Hawa, dan selanjutnya kepada Adam, bila mereka mengambil buah pohon terlarang. Iming-iming memperoleh pengetahuan dan kehebatan membuat Hawa dan Adam jatuh ke dosa. Lebih buruk lagi, sesudah berdosa, mereka tidak mau mengakui dosanya, tetapi justru saling melempar kesalahan. Adam menjawab Tuhan, “perempuan itu yang memberikan kepadaku, maka kumakan”. Hawa berkata, “ular itu yang menggoda aku, maka kuambil”. Iblis, setan pandai menggoda, dengan sejuta kenikmatan. Dukun yang mau meraup untung juga pandai menggoda pencinta dukun, “datanglah, pakailah ini, jualanmu akan laris. Selanjutnya, sedikit-sedikit percaya pada dukun, lupa akan Tuhan, akhirnya lemah, dan gampang dirasuki roh jahat. Kesurupan, mudah stress, hilang kendali, karena tidak percaya pada Tuhan. Diri menjadi terpecah-pecah. Memang, setan itu punya kekuatan. Tampak itu dari ungkapan orang banyak tentang Yesus saat dia baru saja mengusir setan/roh jahat dari seorang yang kerasukan roh jahat. Kata mereka, “Dia kerasukan Beelzebul, penghulu setan”. Mereka mengakui bahwa setan itu kuat. Bisa kita lihat saat sesorang kerasukan setan/roh jahat; sulit dihentikan. Akan tetapi sangat jelas bahwa Yesus menyangkal bahwa dia mengusir setan dengan Beelzebul, sebab sesama setan tidak boleh saling melawan. Yesus menegaskan bahwa diriNya memiliki kekuatan lain, kebaikan yang berasal dari Allah, yang datang justru untuk melawan setan dengan segala kuasanya. Di tempat lain Yesus berkata, “Barangsiapa bisa melawan setan, berarti kerajaan Allah telah hadir di dunia ini.” Bagi Yesus, bebas dari kuasa setan, merupakan wujud dari kerajaan Allah. Dengan itu, sebenarnya Yesus hendak menegaskan agar para murid sungguh mengusir kuasa setan. Dengan demikian mereka membentuk kerajaan Allah, dan selalu hidup dalam mencari kehendak Allah.

Menurut Yesus kuasa setan pun bisa hadir lewat anggota keluarga. Misalnya, kalau kita sedang sakit, kadang langsung ada godaan, “bawa dulu ke dukun, bawa sesajen ke sana, ke situ”. Mereka tidak pertama berdoa kepada Tuhan. Kalau ada masalah dalam keluarga langsung bertanya ke dukun, tidak merenungkan dosa pribadi di hadapan Tuhan dan keluarga. Akhirnya banyak orang menjadi saling menuding, dan setan pun berjaya. Mari kita ingat perkataan Yesus saat anggota keluargaNya memanggil Dia, “ Siapa ibuku, siapa saudaraku?” “Inilah ibuKu dan Saudaraku. Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudaraKu, saudariKu, dan ibuku”. Bagi Yesus yang terpenting bukan relasi hubungan darah, tetapi perilaku sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, dan selalu mengandalkan Tuhan di atas segalanya.

Saudara-saudari terkasih, kita semua dipanggil untuk membangun Kerajaan Allah degan menaklukkan kuasa setan. Kita diajak untuk selalu berjuang menyatakan kehendak Allah di bumi ini. Namun, hal tersebut tidak selalu mudah digapai.. Rasul Paulus mengungkapkan dalam bacaan kedua, bahwa kita mungkin menderita. Akan tetapi, penderitaan tidak apa-apa, sebab kita sedang berjuang menuju kedamaian abadi di surga. Nilainya jauh lebih besar. Kadang kemanusiaan kita melemah, tetapi iman kita tidak perlu surut. Walau kita kadang sakit, jangan terlalu percaya akan kekuatan setan. Kita mesti berperang melawan kausa setan, tetapi berjuang memenangkan Allah, dengan berusaha mewujudkan kehendakNya dalam hidup kita. Selamat Hari Minggu! Tuhan memberkati!

Oleh: P. Yoseph Sinaga, OFMCap.

Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2024. Ordo Kapusin Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting