Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

P. ANSELMUS VETTORI, OFMCap (in Memoriam)

Riwayat Hidup:

P. Anselmus Vettori, OFMCap.

Nama Biara                     :  Anselmus

Nama KTP                      :  Vettori Federico

Nama Baptis                    :  Fritz

Tempat /Tanggal Lahir   :  Völs Italia, 21-09-1936

Masuk Novis                   :  23-08-1954

Kaul Perdana                   :  24-08-1955

Kaul Kekal                      :  28-08-1958

Tahbisan Imamat             :  29-06-1962

Meninggal                       :  RS Thomsen-Gunungsitoli, 22/2/2024



Karya:

Bulan Oktober 1964 P. Anselmus Vettori Tiba di Indonesia sebagai Misionaris dan ditempatkan di Sidempuan; 

Awal 1965, diadakan pertukaran tempat Pelayanan antara P. Anselmus dan P. Leonard (karena P. Leonard sering sakit di Lahewa-Nias). Pastor Anselmus ditempatkan di St. Maria Gunungsitoli sedangkan P. Leonard dipindahkan ke Sidempuan untuk menggantikan P. Anselmus; 

Tahun 1965-1967, P. Anselmus ditempatkan di distrik St. Maria Gunungsitoli dengan tugas melayani umat di wilayah Nias Barat, Ulu Noyo, Boronadu. Disamping itu, Ia juga melaksanakan tugas yang diberikan oleh P. Anicetus Sinaga kala itu kepadanya; 

Tahun 1968-1981, P. Anselmus dipindahkan ke distrik Tӧgizita. Ia resmi menjadi Rektor (istilah sekarang pastor paroki) pada tanggal 17 Februari 1971 untuk menggantikan P. Medard, yang juga mendapat tugas baru sebagai Rektor (pastor paroki) di distrik Teluk Dalam; 

Tahun 1977, P. Anselmus dipindahkan ke Lahewa. Tugasnya di Tӧgizita digantikan oleh P. Paulinus Manao (+), dan P. Yulius Zebua (ex), dan P. Robert Dakhi (+) sebagai pastor rekan.  Akan tetapi, 3 (tiga) bulan kemudian P. Anselmus kembali ke Tӧgizita; 

Tahun 1982- 2017, P. Anselmus dipindahkan ke St. Maria Gunungsitoli dengan tugas pokok sebagai Rektor Distrik Alasa. Pada tahun 1982, Distrik Alasa memiliki 31 stasi yang harus dikunjungi oleh beliau. Tujuh belas tahun kemudian, Distrik/paroki Alasa memiliki 80 stasi; 

Tanggal 04/07/2015 – 3/2/2016, P. Anselmus sebagai Wakil Gardian Fraternitas Biara Fransiskus Jl.Nilam, No 9 - Gunungsitoli; 

Tanggal 3/2/2016- Des 2017, P. Anselmus sebagai Sosius Postulan Kustodi General Kepulauan Nias, Jln. Nilam, no 9 - Gunungsitoli (Menggantikan Br. Karolus Zai; 

Tanggal 14/12/2017- 21/1/2022, P. Anselmus menjabat sebagai Pastor Paroki Talafu setelah pemekaran dari Paroki Alasa; 

Tahun 2022-Feb/2024, P. Anselmus pindah komunitas dari Talafu ke Biara St. Fransiskus Jl. Nilam, No.9, Kec. Ilir, Kota Gunungsitoli.


Riwayat Hidup dan Misionaris Kapusin

Pastor Anselmus Vettori adalah saudara Kapusin Nias yang paling senior. Ia berasal dari Tirol Selatan di Italia Utara, berbahasa Tirol, tergolong ras Jerman. Ia datang ke Indonesia sebagai Misionaris ke 2 dari Tirol sesudah P. Leonard. P. Anselmus tampil bersahaja dan dengan senyuman yang tulus bagi semua orang. Pada awal ia memulai karyanya, ia tidak menggunakan sandal atau pelindung telapak kaki, meski melewati kebun karet, bebatuan, sungai dan sawah. Ia kemudian mulai mengenali sepatu khas dan sangat disukainya, yakni sepatu gomo (sepatu karet yang tapaknya bergerigi). Khotbah dan nasehatnya sangat sederhana namun menyentuh perasaan orang yang mendengarnya. Ia menguasai bahasa Nias dengan pengucapan yang sempurna. Karena kesederhanaan dirinya dan logat bahasa Nias yang dimilikinya, orang terinspirasi bila berjumpa dengan P. Anselmus.

Ia sedikit berbicara namun berbuat banyak. Dalam kunjungan di stasi-stasi, tidak sedikit orang membutuhkan bantuan dari P. Anselmus baik berupa materi maupun cara hidupnya yang mengundang orang untuk berdamai. Nasehat-nasehat sederhana tercurah bagi umat di kala dia tinggal di rumah umat untuk meneruskan pelayanan imamatnya. Sikap kebapaannya sangat menyentuh hati umatnya karena itu ia dijuluki sebagai “Amada Satua”

Sepanjang hidupnya, ia tidak pernah meninggalkan kegiatan berdoa secara pribadi dan bersama. Ia datang ke kapel 30 menit sambil berdevosi sebelum berdoa bersama. 

 

Riwayat sakit

Pada tanggal 08 Januari 2023 (Hari Raya Penampakan Tuhan), Pastor Anselmus harus meninggalkan paroki Talafu karena kondisi kesehatannya yang mulai menurun. Ia diantar oleh Ama Yana dengan sepeda motor sampai ke Biara St. Fransiskus Gunungsitoli. Amada satua tampak lemas, sesak dan menahan sakit. satu jam setelah diketahui kondisinya, Br. Medard mengantarnya ke klinik Tabita dan memberitahu situasi tersebut ke Pimpinan Ordo. Esok harinya (9 Januari 2024), P. Anselmus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Thomsen. Kondisi P. Anselmus semakin menurun karena itu ia di EKG dan Rontgen. Dokter dari Thomsen menganjurkan untuk dirujuk segera di Medan.

Tanggal 10 Januari 2024, Amada Satua kembali diantar ke Klinik Tabita karena sesak dan lemah, tensinya tinggi. Karena kondisi amada Satua kurang berdaya, tanggal 11 Januari 2024, P. Johannes menerimakan Perminyakan Suci bagi Amada Satua. Kemudian, tanggal 13 Januari 2024, Amada Satua mengeluhkan kurang mendengar. Ia kemudian dibawa ke THT di Rumah Sakit Bethesda dan kembali ke Klinik Tabita untuk dilanjutkan perawatan.

Karena tidak mengalami perubahan di Klinik Tabita, Komunitas Biara Fransiskus bersama Kustos memutuskan agar Amada Satua dirujuk ke Medan. Pada tanggal 16 Januari 2024, Amada Satua didampingi oleh Br. Medard pergi ke Rumah Sakit Elisabet Medan. Dokter jantung mengagnosa bahwa pastor Anselmus mengalami pembengkakan jantung. Dokter memberi obat jantung untuk dikonsumsi selama 1 bulan dengan pesan agar kembali pada bulan berikutnya untuk mengontrol jantung Amada Satua. Amada Satua kembali ke Biara tanggal 18 Januari 2024.

Pada tanggal 25 Januari 2023, Amada Satua kembali lemah dan rawat inap di Klinik Tabita karena tensi tinggi dan susah buang air besar. Begitu seterusnya, 1 x 2 Minggu, Amada Satua dirawat inap di Klinik Tabita.

Dokter jantung telah hadir di Rumah Sakit Thomsen. Pada pertengahan Juli 2023, Br. Medard mengantar Amada Satua untuk mengontrol jantungnya di Rumah Sakit Thomsen. Setelah melakukan pemeriksaan dan menerima dan mengkonsumsi obat jantung dari dokter, Amada Satua segar kembali, dan bahkan bisa bermain tenis bersama dengan P. Johanes. Dalam kondisi yang baik dan sehat itu, Kustos mengijinkan Pastor Anselmus meluangkan waktu ke Talafu untuk mengambil barang-barangnya yang masih tinggal. Pada kesempatan itu umat paroki Talafu mengadakan perpisahan dengan Pastor Anselmus. Amada Satua juga meluangkan waktunya untuk mengunjungi beberapa komunitas, yakni Teluk Dalam, Biara SFI, Amandaya dan Novisiat. Kondisi sehat ini dirasakan hingga Januari 2024.

Pada pertengahan Januari 2024, Amada Satua tidak selera makan, mengeluhkan sakit nyeri di bagian perut dan tensinya tinggi. Ia dirawat selama 1 minggu dan kembali di Biara. Akan tetapi, sakit perutnya tak kunjung henti, sehingga ia tidak selera makan dan sering tidur saja di kamar. Tanggal 7 Februari 2024 diperiksa lagi di RS Thomsen. Dari hasil USG, dokter menyatakan bahwa Pastor Anselmus menderita batu empedu (4 butir batu empedu). Dokter memberikan obat untuk mengurangi sakit selama 10 hari dan bila tidak sembuh maka harus dioperasi.

Tanggal 11 Februari 2024, pater Anselmus mengalami pusing di pertengahan misa harian. Karena itu, ia dirawat di rumah Jompo Klaris selama satu malam. Pada tanggal 17 Februari 2024 malam hari, Amada Satua kembali dirawat di Klinik Tabita dengan penyakit yang sama. Pada tanggal 19 Februari 2024, Dokter mengizinkannya pulang karena kondisinya sudah normal. Namun, Amada Satua memilih tetap istirahat di Tabita. Tanggal 19-21 Februari 2024, Amada Satua bermimpi bahwa ia bersama dengan para saudara, yang sudah meninggal, berada dalam satu mobil dan banyak orang berbondong-bondong mendatangi mereka. Tanda lain dirasakan oleh Frater Alfred dan seorang Postulan, di mana pintu kamar Amada Satua, yang sebelumnya tidak pernah terkunci, tetapi tiba-tiba tidak bisa dibuka dari luar ketika frater hendak mengambil pakaian Amada Satua untuk dibawa ke Klinik Tabita. Akhirnya, diusahakan untuk masuk ke kamar Pater Anselmus lewat jendela.

Pada tanggal 22 Februari 2024, pukul 04.00 dini hari, keadaan pastor Anselmus makin parah. Dokter dan perawat Klinik Tabita berkomunikasi dengan komunitas Biara agar Pastor Anselmus dirujuk segera ke RS Thomsen. Akhirnya pater Anselmus dirujuk ke RS Thomsen ke ruang IGD. Tidak lama sesudah itu, dokter menyatakan bahwa pater Anselmus tidak tertolong lagi. Pater Anselmus menghembuskan nafas terakhir pada pukul 05.10 WIB.

Selamat jalan Pater Anselmus Vettori. Segenap saudara Kapusin General Kepulauan Nias dan seluruh umat mengucapkan terimakasih atas pengabdianmu dan keteladananmu. Semoga Tuhan berkenan memberimu kehidupan yang kekal dan berbahagia di Surga (Gunungsitoli, 27/02/2024, psl). 



Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2024. Ordo Kapusin Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting