1Raj 21:1-16 Mzm 5:2-3.5-7 Mat 5:38-42
Pengantar
Hati manusia mudah sekali tergoda
untuk menang, untuk punya apa yang diinginkan, dan untuk membalas kalau sudah
disakiti. Hari ini Sabda Tuhan memaparkan dua jalan hidup yang berlawanan:
jalan dunia yang ingin menguasai dan membalas, serta jalan Tuhan yang
mengajarkan kita mengalah, memberi, dan berbuat baik meski diperlakukan tidak
adil. Kita diajak belajar satu hal sulit tapi indah: kekuatan sejati bukan ada
pada siapa yang paling kuat atau paling berkuasa, tapi pada siapa yang sanggup
menahan diri dan tetap berbuat baik.
Bacaan Pertama (1 Raja-raja 21:1-16)
Kita membaca kisah sedih mengenai
Raja Ahab dan Nabot. Raja Ahab ingin punya kebun anggur milik Nabot, tapi Nabot
menolak karena itu warisan leluhur. Ahab yang berkuasa dan kaya pun menjadi
masam mukanya, tidak mau makan, cuma karena tidak dapat apa yang ia mau.
Istrinya, Izebel, lalu merencanakan kejahatan: dengan memakai kekuasaan dan
kebohongan, mereka menjebak Nabot, menghukum mati dia, akhirnya Ahab bisa
mengambil kebun itu.
Kisah ini menjadi cermin yang jelas:
kalau hati tidak dijaga, kekuasaan dan keinginan memiliki bisa membuat orang
menjadi kejam, lupa diri, dan tega mencelakai orang lain demi kepentingan
sendiri. Kejahatan lahir dari hati yang tidak puas dan ingin menang sendiri.
Mazmur Tanggapan (Mazmur 5:2-3.5-7)
Mazmur ini adalah doa hati orang yang
percaya dan membenci kejahatan: "Ya Tuhan, perhatikanlah seruan keluh
kesahku... Engkau bukan Allah yang berkenan kepada kejahatan, orang jahat tidak
akan tinggal di rumah-Mu... Tetapi aku, oleh kasih karunia-Mu, aku boleh masuk
ke rumah-Mu."
Di sini kita melihat sifat Allah: Dia
baik, Dia adil, tapi Dia membenci segala bentuk penipuan, kekerasan, dan
keserakahan seperti yang dilakukan Ahab dan Izebel. Kita diajak sadar: jalan
orang jahat kelihatan menang sesaat, tapi di hadapan Tuhan, mereka tidak
berkenan. Sebaliknya, kita datang kepada Tuhan dengan hati yang jujur, lemah
lembut, dan percaya bahwa Dialah pembela kita.
Bacaan Injil (Matius 5:38-42)
Yesus mengajarkan sesuatu yang
membalikkan kebiasaan manusia. Dulu orang diajar: "Mata ganti mata,
gigi ganti gigi." Artinya: kalau disakiti, balaslah setimpal. Tapi
Yesus berkata:
"Aku berkata kepadamu: Jangan
melawan orang yang jahat. Sebaliknya: jika seorang menampar pipi kananmu,
berikanlah juga kepadanya pipi kirimu... Jika ada orang yang memaksamu berjalan
satu mil, berjalanlah dua mil bersamanya."
Ini bukan berarti kita harus jadi
penakut atau membiarkan kejahatan. Tapi Yesus mengajarkan kita berhenti
berputar dalam lingkaran balas dendam. Kalau kita balas jahat dengan jahat,
kejahatan tidak akan habis. Tapi kalau kita balas dengan kebaikan, kita memutus
rantai kejahatan itu. Kita diajak memberi lebih dari yang diminta, memberi
kepada yang meminjam, dan berbuat melampaui apa yang biasa dilakukan dunia.
Itulah cara hidup anak-anak Allah.
Korelasi Seluruh Bacaan
Semuanya saling terkait dan memberi
pesan yang sama: Bacaan Pertama: Menunjukkan betapa buruk dan merusaknya
hati yang serakah, ingin menang sendiri, dan mau membalas dengan kekerasan. Itu
jalan yang jauh dari Allah; Injil: Menunjukkan jalan sebaliknya, jalan
Allah: hati yang besar, yang rela mengalah, memberi, dan tidak membalas
kejahatan; Mazmur: Menjadi dasar iman kita: Tuhan membenci kejahatan,
dan kita percaya pada-Nya, bukan mengambil hak menghakimi ke tangan sendiri.
Intinya: Jangan ikuti cara dunia yang
ingin menang dan berkuasa. Ikuti cara Yesus: mengalah, memberi, dan berbuat
baik, karena Tuhanlah yang memelihara dan membela kita.
Pesan untuk Praktik Hidup
1.
Kendalikan keinginan hatimu, jangan sampai
serakah
Lihat contoh Raja Ahab: dia punya
segalanya, tapi masih tidak puas, sampai tega berbuat jahat. Cek diri kita:
apakah kita pernah merasa iri pada milik orang lain? Apakah kita mau menang
sendiri, sampai tidak peduli perasaan atau hak orang lain? Belajarlah merasa
cukup. Hati yang puas dan bersyukur adalah hati yang terhindar dari berbuat
jahat.
2.
Balaslah kejahatan dengan kebaikan
Saat kita diperlakukan tidak enak,
disakiti, atau diminta berlebihan, ingat perkataan Yesus. Jangan langsung
melawan atau membalas. Coba berikan sedikit lebih banyak kesabaran, sedikit
lebih banyak pengertian, atau sedikit lebih banyak kebaikan. Memang berat, tapi
di situlah letak kekuatan iman kita. Dengan begitu, kita mengalahkan kejahatan
lewat kebaikan, dan kita menjadi serupa dengan Bapa di Surga.
Jalan dunia mengajarkan membalas dan
menguasai, tapi Yesus mengajarkan mengalah dan memberi. Mari kita jaga hati
dari keserakahan dan keinginan jahat, dan beranilah hidup lemah lembut serta
berbuat baik. Biarlah Tuhan yang menjadi pembela kita, dan kita cukup berusaha
berkenan di hati-Nya [psl].

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!