1Raj 17:7-16; Mzm 4:2-5.7-8; Mat 5:13-16
Pengantar
Sering kali kita berpikir: "Kalau aku berbagi apa yang aku punya, nanti aku sendiri kekurangan." Tapi hari ini Sabda Tuhan membalikkan pikiran itu. Kita melihat keajaiban besar terjadi justru karena ada hati yang mau berbagi dan percaya. Kita juga mendengar Yesus menugaskan kita menjadi garam dan terang. Artinya: hidup kita harus berguna, memberi rasa, dan menerangi orang lain, supaya kebaikan Allah terlihat lewat cara kita hidup dan berbuat.
Bacaan Pertama (1 Raja-raja 17:7-16)
Sungai tempat Nabi Elia minum
akhirnya kering karena kemarau panjang. Lalu Tuhan menyuruh dia pergi ke kota
Sarepta, kepada seorang janda miskin. Saat bertemu, Elia minta air dan sedikit
roti. Janda itu menjawab sedih: "Aku cuma punya segenggam tepung dan
sedikit minyak, sedang aku mengumpulkan kayu bakar untuk memasaknya bagi anakku
dan diriku sendiri. Setelah itu, kami akan mati kelaparan."
Tapi Elia berkata dengan tegas: "Jangan
takut... Buatlah dulu untukku roti yang kecil... sebab beginilah firman Tuhan:
Tepung dalam tempayan tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli tidak akan
berkurang sampai Tuhan menurunkan hujan."
Janda itu percaya dan menurut.
Ajaibnya, tepung dan minyak itu tidak pernah habis setiap kali mereka
mengambilnya. Kepercayaan dan kebaikan hatinya itulah yang membuka jalan bagi
berkat Allah yang tak terbatas. Semakin kita memberi demi Tuhan, semakin Tuhan
melimpahkan apa yang kita butuhkan.
Mazmur Tanggapan (Mazmur 4:2-5.7-8)
Mazmur ini adalah doa hati yang
tenang dan penuh keyakinan: "Jawablah aku bila aku berseru, ya Allah
kebenaranku... Ketahuilah: Tuhan telah membedakan orang yang dikasihi-Nya bagi
diri-Nya... Damai sejahtera aku akan berbaring dan segera tidur, sebab Engkau
sendiri saja, ya Tuhan, membuat aku tinggal dengan aman."
Janda di bacaan pertama itu hidup
dalam ketakutan dan kekurangan, tapi saat dia menyerahkan hidupnya pada Tuhan,
hatinya menjadi damai dan aman. Kita pun diajak percaya: orang yang berbuat
baik dan percaya kepada Tuhan, hatinya akan tenang dan dijaga aman oleh-Nya.
Bacaan Injil (Matius 5:13-16)
Yesus berbicara kepada murid-murid-Nya, termasuk kita semua, dengan gambaran yang sangat jelas: "Kamu adalah garam bumi... Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi... Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga."
Garam berfungsi memberi rasa dan
mengawetkan. Kalau garam jadi tawar, tidak berguna lagi, dibuang saja. Terang
berfungsi menyingkirkan gelap dan memberi jalan. Jadi, hidup kita tidak boleh
tawar, tidak boleh hambar, tidak boleh sama saja dengan dunia. Kita harus
memberi rasa kebaikan, kasih, dan kejujuran di mana pun kita berada. Dan
kebaikan itu jangan disembunyikan, tapi tunjukkan, supaya orang lain ikut
merasakan kehadiran Allah lewat diri kita.
Korelasi Seluruh Bacaan
Semuanya saling melengkapi: Bacaan Pertama: Janda Sarepta menjadi "garam dan terang" lewat kebaikan hatinya berbagi, dan Tuhan memelihara dia dengan ajaib; Injil: Yesus menegaskan tugas kita: jadilah berguna dan bawa terang lewat perbuatan baik; dan Mazmur: Jaminan bahwa kalau kita hidup benar dan berbuat baik, kita akan aman dan damai di bawah penjagaan Tuhan.
Intinya: Berbuat baik dan berbagi
tidak akan membuat kita rugi, justru itulah cara kita menjadi saksi kasih Allah
dan menerima berkat-Nya.
Pesan untuk Praktik Hidup
1.
Jangan pelit berbagi, percayalah pada Tuhan
Penyedia
Jangan berpikir berbagi akan
mengurangi milikmu. Ingat kisah janda Sarepta. Apa yang kita berikan demi Tuhan
dan sesama, tidak akan habis, malah akan dilipatgandakan oleh Tuhan. Berbagilah
apa pun yang kamu punya—tenaga, waktu, harta, atau senyuman—dengan hati percaya
bahwa Tuhan selalu cukup dan mampu memenuhi kebutuhan kita.
2.
Hiduplah sebagai garam dan terang di
sekitarmu
Cek diri kita: apakah kehadiran saya
membuat suasana jadi lebih baik, lebih damai, lebih enak, dan lebih benar? Atau
kehadiran saya malah bikin masalah, bikin suasana suram, atau sama saja dengan
yang lain? Jadilah orang yang memberi rasa kasih, yang memberi cahaya harapan,
kejujuran, dan kebaikan, supaya orang lain melihat hidup kita dan memuji Allah.
Kita dipanggil untuk berguna dan
memberi manfaat. Seperti janda yang berbagi dan diberkati, kita pun diajak
menjadi garam dan terang dunia. Mari kita berbuat baik dan berbagi dengan
percaya, karena Tuhan adalah Penyedia kita yang tak pernah berkurang kasih dan
berkat-Nya [psl]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!