Ul 8:2-3.14-16; Mzm 147:12-15.19-20; 1Kor 10:16-17; Yoh 6:51-58
Tema: “Tubuh dan Darah Kristus: Santapan yang Menghidupkan dan Menyatukan Kita”
Pengantar
Hari ini kita merayakan rahasia iman
yang paling agung: Tubuh dan Darah Kristus. Kita mengenang kasih Tuhan yang
begitu besar, yang tidak cukup hanya mati di kayu salib, tapi ingin tetap
tinggal bersama kita, menjadi santapan jiwa kita. Seperti dulu Allah memberi
makan umat-Nya di padang gurun, kini Dia memberi kita makanan yang jauh lebih
mulia: Diri-Nya sendiri, supaya kita hidup dan bersatu selamanya dengan-Nya.
Bacaan Pertama (Ulangan 8:2-3.14-16)
Musa mengingatkan umat Israel akan
perjalanan mereka. Dulu mereka dibawa Allah berjalan di padang gurun yang
sulit, diuji dan dicoba, supaya hati mereka tahu bahwa hidup ini bukan cuma
butuh roti biasa, tapi lebih dari itu: manusia hidup bukan hanya dari roti,
tapi dari segala yang diucapkan Tuhan. Allah yang membawa mereka keluar dari
perbudakan, yang memberi air dari batu, dan memberi makan dengan manna
dari langit. Semua itu gambaran persiapan untuk pemberian terbesar: Yesus
sendiri, Roti Hidup sejati yang menopang hidup rohani kita.
Mazmur Tanggapan (Mazmur 147:12-15.19-20)
Mazmur ini memuji kebaikan Tuhan: "Tuhan
mengirimkan sabda-Nya ke bumi... Ia menyatakan firman-Nya kepada Yakub,
ketetapan dan peraturan-Nya kepada Israel." Kita bangga dan bersyukur,
karena Allah memilih kita, mengenalkan jalan-Nya, dan memberikan apa yang tidak
diberikan kepada bangsa lain: Dia memberikan Sabda-Nya, dan dalam Ekaristi, Dia
memberikan Tubuh dan Darah-Nya sendiri sebagai tanda kasih dan perjanjian
kekal.
Bacaan Kedua (1 Korintus 10:16-17)
Rasul Paulus mengajarkan makna
mendalam Perjamuan Kudus: "Piala berkat yang kita doakan bersama,
bukankah itu persekutuan dengan Darah Kristus? Roti yang kita pecahkan,
bukankah itu persekutuan dengan Tubuh Kristus?"
Lalu ada kebenaran indah ini: Karena
ada satu roti, maka kita yang banyak itu adalah satu tubuh, sebab kita semua
mengambil bagian dari roti yang satu itu. Jadi, saat kita menerima Ekaristi,
bukan cuma kita bersatu dengan Yesus, tapi kita juga disatukan satu sama lain,
menjadi satu keluarga, satu tubuh, satu umat yang sama-sama diberi makan oleh
Tuhan yang sama.
Bacaan Injil (Yohanes 6:51-58)
Yesus berkata dengan sangat tegas dan
jelas, tanpa ragu sedikit pun:
"Akulah roti hidup yang telah
turun dari surga... Dan roti yang Kuberikan adalah daging-Ku, yang Kuberikan
untuk hidup dunia."
Para pendengar-Nya waktu itu
bertanya-tanya: "Bagaimana Dia bisa memberikan daging-Nya untuk kita
makan?"
Tapi Yesus menegaskan lagi:
"Aku berkata kepadamu:
jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan tidak minum darah-Nya, kamu
tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa memakan daging-Ku dan minum
darah-Ku, ia tetap di dalam Aku dan Aku di dalam dia." Ini janji
kekal: menerima Dia berarti memiliki hidup, dan hidup bersatu dengan-Nya
sekarang dan selama-lamanya.
Korelasi Seluruh Bacaan
Semuanya terhubung jadi satu cerita
kasih: Bacaan Pertama: Mengingatkan kita bahwa kita butuh makanan rohani, yaitu
Sabda dan Pemberian Allah; Injil: Menyatakan bahwa makanan itu sendiri adalah
Yesus Kristus, Tubuh dan Darah-Nya; Surat Paulus: Menjelaskan dampaknya: kita
disatukan dengan Dia dan disatukan satu sama lain; Mazmur: Pujian syukur karena
Allah memberi kita hal yang paling mulia dan istimewa.
Intinya: Ekaristi adalah hadiah
terindah, di mana Tuhan memberikan diri-Nya supaya kita hidup, kuat, dan
bersatu.
Pesan untuk Praktik Hidup
1.
Datanglah dengan hati rindu dan hormat
Saat kita mau menerima Tubuh Kristus,
ingatlah: yang kita terima bukan sekadar roti biasa, tapi Allah sendiri. Jangan
datang karena kebiasaan saja, tapi datanglah dengan hati yang lapar akan
kasih-Nya, sadar betapa besar kasih yang Dia berikan kepadamu.
2.
Hiduplah sebagai satu tubuh yang bersatu
Ingat kata Rasul Paulus: kita makan
Roti yang sama, jadi kita satu tubuh. Kalau kita sering komuni tapi masih
benci, masih iri, atau masih bermusuhan dengan saudara, itu bertentangan.
Menerima Ekaristi berarti berjanji berusaha rukun, saling mengasihi, dan saling
membantu, karena kita satu keluarga dalam Kristus.
3.
Biarkan Ekaristi mengubah cara hidupmu
Seperti makanan biasa yang mengubah
diri kita menjadi apa yang kita makan, makan Tubuh Kristus berarti kita harus
berubah menjadi semakin seperti Kristus. Semakin sering kita menerima-Nya,
semakin sabar, semakin baik, dan semakin rela berkorban seperti Dia. Biarkan
Dia hidup dan bekerja di dalam kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!