Mau Bahagia?

Jesus
Jesus exclaimed, ‘I bless you, Father, Lord of heaven and of earth, for hiding these things from the learned and the clever and revealing them to mere children. Yes, Father, for that is what it pleased you to do. Everything has been entrusted to me by my Father; and no one knows the Son except the Father, just as no one knows the Father except the Son and those to whom the Son chooses to reveal him.
‘Come to me, all you who labour and are overburdened, and I will give you rest. Shoulder my yoke and learn from me, for I am gentle and humble in heart, and you will find rest for your souls. Yes, my yoke is easy and my burden light.’ Matthew 11:25-30.

Ada satu cerita. Katanya ada seorang tukang pangkas yang tidak percaya akan adanya Allah. Dia suka mengungkapkan ketidakpercayaannya ini kepada siapa saja. Suatu saat seorang Pastor muda datang untuk berpangkas di temptnya. Karena dia tahu bahwa yang sedang ia pangkas adalah seorang Pastor, maka dengan berkobar-kobar ia memberitahu bahwa ia tak percaya bahwa Allah itu exist. Argumennya ialah, kalau Tuhan yang mahabaik benar ada, kenapa banyak ketidakbaikan di dunia? Kalau Allah yang adil benar ada kenapa begitu banyak ketidakadilan terjadi dan Allah tidak bertindak?

Pastor tersebut berjanji akan memberi jawaban setelah ia selesai dipangkas. Lantas setelah ia selesai dipangkas, Pastor tersebut membayar upah pangkas dan pergi. Tak lama kemudian ia datang lagi dengan dua orang pemuda yang memiliki rambut panjang dan acak-acakan. Pastor itu berkata pada tukang pangkas, “Saya tidak percaya bahwa ada tukang pangkas.” Tentu tukang pangkas sedikit jengkel dan berkata, “saya baru saja memangkas rambut Anda dan Anda berkata bahwa tidak ada tukang pangkas?!?” Pastor itu memberi alasan, “Kalau tukang pangkas ada, kenapa kedua pemuda ini punya rambut yang panjang dan acak-acakan?” Tukang pangkas itu memberi jawaban yang benar, “Bukan salah saya, tetapi karena mereka tidak datang untuk berpangkas.” Pastor itu kemudian mengatakan bahwa tukuang pangkas itu telah menjawab pertanyaannya sebelumnya. Kemudian ia pergi.

Saudara dan Saudari, dalam Injil hari ini Yesus berkata “Datanglah kepada-Ku kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat…” Yesus mengundang setiap orang yang letih dan telah bersusah payah untuk mencari kebenaran dan kebahagiaan untuk datang kepada-Nya. Injil ini dengan tegas memberitahukan bahwa dalam Yesus pencarian kita akan kebenaran berakhir. Yesuslah sang Kebenaran Allah. Dalam Yesus kita melihat dan mengalami Allah. Dalam Yesus kepenuhan Allah dan kesempurnaan tujuan hidup manusia terpenuhi.

Yesus mengundang setiap orang untuk datang kepada-Nya. Dan Saudara dan Saudari, mungkin Anda akan berpendapat bahwa saya melebih-lebihkan kalau saya berkata, “Setiap orang di dunia ini sebenarnya merindukan dan sedang mencari Yesus.” Kenapa saya katakana demikian? Sebab setiap orang menginginkan kebahagiaan. Kebahagiaan yang sempurna ada dalam Yesus. Yesuslah puncak dan tujuan semua kebahagiaan. Ia juga sumber kebahagiaan. Maka setiap orang yang mencari kebahagiaan yang sempurna, seharusnya datang pada Yesus.

Namun, sayang seribu sayang, banyak orang yang mencari Yesus di tempat yang salah. Ada sekian juta orang yang mencari kebahagiaan di night club. Bisakah Anda bayangkan apa yang mereka temukan. Mereka temukan spirit, tetapi bukan The Holy Spirit. Mereka temukan minuman yang memabukkan, yang membuat mereka merasa “bahagia” sesaat, tetapi derita mengikuti. Ada juga orang mencari kebahagiaan di shopping centre, di market place. Bisakah Anda bayangkan apa yang mereka dapatkan? Beberapa hari kemudian mereka dapatkan di kotak surat mereka banyak tagihan, banyak bills dari Bank. Kenapa? Sebab mereka memakai Credit Card mereka terlalu sering. Akhirnya mereka sendiri pusing bagaimana harus membayar semua tagihan itu. Ada juga jutaan orang yang mencari kebahagiaan dengan bermain judi. Setelah sekian lama main judi, mereka akhirnya menghitung berapa kerugian. Melihat angka-angka itu mereka menyesal. Kasihan sekali.

Untung sekali bahwa ratusan juta orang mencari Yesus di tempat yang benar. Mereka mencari Yesus dalam komunitas orang-orang yang percaya. Mereka datang ke Gereja, merayakan sacrament dan membaca Kitab Suci. Mereka berbuat banyak kebaikan serta mencintai keluarga dan orang-orang lain. Mereka mengikuti jalan-jalan Injili. Mereka berbahagia dalam hidup, bukan karena mereka tak punya masalah, tetapi karena mereka berjalan bersama Kristus dan Kristus menolong dan menguatkan mereka menyelesaikan masalah hidup mereka.

Saudara dan Saudari, Injil hari ini mengatakan juga bahwa Yesus sama sekali tidak keberatan dengan kepintaran. Yesus mendukung kepintaran dan ilmu pengetahuan. Hanya Yesus tidak setuju dengan kesombongan karena pintar dan kesombongan karena ilmu pengetahuan. Maka Yesus sama sekali tidak membenci kepintaran, tetapi Yesus tidak suka dengan kesombongan. Mari kita juga mengingat bahwa bukan kebodohan yang diharapkan Yesus, tetapi kerendahan hati.

Saudara dan Saudari, Yesus memuji anak-anak. Kenapa? Sebab anak-anak begitu percaya pada orang tua mereka. Mereka yakin bahwa orang tua mereka sanggup melakukan apa saja untuk mereka. Sikap demikian diharapkan juga untuk Kerajaan Allah. Kita diharapkan percaya kepada Allah dan yakin Allah tidak akan meninggalkan kita kalau kita memang berbuat baik untuk Allah dan sesama. Allah tidak pernah menghianati janji-Nya.

Injil ini juga menerangkan pada kita akan keunikan hubungan Yesus dengan Allah Bapa. Yesus dan Bapa adalah satu.

Yesus adalah puncak pengharapan yang sekian lama kita daki. Yesus adalah tujuan dari semua cita-cita manusia. Yesus adalah pemenuhan semua mimpi kita. Yesus adalah puncak dan akhir semua proses evolusi, karena dalam Yesus kita bertemu dengan Allah dan mengalami kebahagiaan sempurna.

Saudara dan Saudari, Yesus berkata, “Datanglah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat…Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.” Yesus sama sekali tidak mengatakan bahwa beban kita akan menjadi ringan-ringan saja. Yesus mengatakan bahwa Ia akan memberikan kepada kita “salib” dalam cinta dan salib itu harus kita terima dalam cinta dan kita pikul dalam cinta. Cinta membuat semua beban menjadi lebih ringan. Kalau kita berbuat sesuatu dan kita sadar bahwa kita berbuat untuk Allah yang kita cintai dan untuk orang-orang yang kita cintai, maka kita akan mengerjakannya dengan senang hati. Kita tidak akan peduli betapa berat dan susah kerja itu, sebab kita mengerjakannya dalam cinta.
Matia Simanjorang
Share this post :

Posting Komentar

 
Dikelola Oleh : Kapusin Sibolga
Copyright © 2011. Kapusin Sibolga - All Rights Reserved
Website Kapusin Sibolga
Proudly powered by Blogger