Pater Donatus Böß, Kapusin

Pater Donatus Böß


Ia lahir tgl 29-Jan-1918 di Niederbrechen, Jerman. Dalam permandian ia menerima nama Lorenz Aloysius. Ayahnya Rektor di sekolah rakyat di desa Niederbrechen, di pegunungan Taunus. Ibunya mengurus rumah tangga. Bersama empat saudara dan saudarinya, Aloys, demikian nama panggilan-nya, dilindungi dan dibesarkan oleh orang tuanya. Sesudah 4 tahun di Volksschule ia meneruskan pendidikan di Gymnasium di Hadamar, di mana ia pada tahun 1937 mencapai abitur (= tamat SMA). Keinginannya ialah menjadi imam. Maka ia mulai studi Filsafat-Teologi di Universitas St. Georgen Frankfurt.


Perjalanan pendidikan terpaksa putus tahun 1939, karena di masa perang dunia II ia pun dipanggil masuk tentara. Sebagai tentara ia bertugas di Prancis dan di Rusia. Tahun 1944 ia ditangkap di Polandia oleh tentara Rusia dan dimasukkan ke tahanan perang. Lima tahun yang sangat berat menyusul. Baru tahun 1949 ia dilepaskan pulang ke Jerman. Senantiasa ia ceritakan, bahwa untuk menyelesaikan lima tahun ini dengan selamat, hanya berkat Bunda Maria, yang ia hormati seumur hidupnya.


Sekembali dari tahanan ia meneruskan studinya di St. Georgen Frankfurt. Pada tanggal 8 Desember 1951 ia ditahbiskan menjadi imam di katedral Limburg oleh Uskup Wilhelm Kempf. Tiga tahun lamanya ia berkarya sebagai Pastor pembantu di wilayah Westerwald. Tetapi dalam hatinya semakin berkembang panggilan untuk berkarya di daerah misi.


Mendengar, bahwa para Kapusin akan mulai karya misi baru di Indonesia, ia me-ngetuk pintu biara Kapusin dan pada tgl 22 April 1954 ia diterima. Ia menerima nama ordo, Donatus. Satu tahun sesudahnya pada pesta St. Fidelis ia mengikrarkan kaul per-dana di Stühlingen. Tiga tahun sesudah itu ia mengikrarkan kaul seumur hidup. Namun, kesadarannya diuji lagi. Keinginannya untuk pergi ke daerah misi di Indonesia terus ditunda. Baru tahun 1961 ia mendapat visa masuk Indonesia.


Duapuluhsatu (21) tahun lamanya ia berkarya sebagai Pastor Pembantu dan Pastor Kepala di Sibolga dan sekitarnya. Dari sini ia pindah ke Gunung Sitoli, di mana ia masih berkarya selama 6 tahun. Tetapi karena alasan kesehatan berkurang, ia terpaksa pulang ke Jerman tahun 1989.


Di mana saja Pastor Donatus berkarya di situ penghormatan terhadap Bunda Maria dikembangkan. Ia mendirikan kapel dan gua, ia aktifkan legio Maria, agar masyarakat ikut menghormati dan mencintai Bunda Yesus Kristus dan Bunda kita.


Sekembali ke Jerman, ia masih 12 tahun menolong di biara Dieburg. Tetapi karena keadaan kesehatan semakin menurun, tahun 2001 ia terpaksa pindah ke biara Münster, di mana terdapat tempat khusus untuk perawatan. Dan Hari Sabtu ini jam 13,00 (18,00 WIB) Allah, Sang Pencipta kita, memanggilnya pulang pada umur 89 tahun. Kita para Kapusin berdukacita atas pulangnya saudara kita ini. Kita kehilangan seorang saudara, yang menyerahkan hidupnya dalam pengabdian Allah dan demi perkembangan kerajaan-Nya.


Hari Rabu tgl 9-Mei kami memulai pe-makanan pukul 14,00 dengan perayaan Requiem. Sesudahnya kami akan mengantarnya ke taman makam biara Kapusin. Kami mohon doa saudara-saudari untuk Saudara kita Pastor Donatus.
Share this post :

Posting Komentar

 
Dikelola Oleh : Kapusin Sibolga
Copyright © 2011. Kapusin Sibolga - All Rights Reserved
Website Kapusin Sibolga
Proudly powered by Blogger