Bruder Efrem Hondrö, OFM Cap

Br. Efrem lahir di Uluhösi Ono Hondrö, Teluk Dalam – Pulau Nias, tanggal 18-Mei-1942 dari keluarga kristen yang sangat sederhana. Dia dibaptis secara protestan tanggal 05-Jul-1942 tetapi kemudian ketika sudah akil balik menerima pembaptisan secara katolik di Gereja Santa Maria Gunung Sitoli dengan nama Markus.

   Br. Efrem dengan nama kecil Salahi menamatkan pendidikan dasar di SD Negeri Hilinawalö, Teluk Dalam tahun 1958. Setelah itu Salahi tidak meneruskan sekolah lagi dan ikut bersama ibunya untuk mencari nafkah, terlebih karena ayahnya telah meninggal dunia. Lalu sejak tahun 1961 dia bekerja sebagai tukang pada Br. Blasius Kettenhofen OFMCap.(†).




Awal panggilannya sebagai seorang biarawan dimulai dengan ketertarikan untuk menjadi seorang frater CMM. Salahi Markus masuk sebagai calon tahun 1967 di Balige. Namun pertengahan tahun 1968 Frater di Balige menilai bahwa Markus lebih baik masuk kapusin. Dia meninggalkan Balige dan kembali bekerja sebagai seorang tukang bangunan karena kapusin sendiri belum berpikir menerima calon bruder. Baru ± tahun 1972 Kapusin Indonesia memulai peneri-maan calon bruder, dan Markus masuk sebagai salah seorang calon. Setelah menjalani masa postulat selama ± 2 tahun Markus masuk Novisiat tanggal 12-Jan-1975 di Sing-kawang, Kalimantan Barat dan memilih nama Efrem. Tanggal 07-Jul-1976 Br. Efrem mengucapkan kaul perdana di Singkawang dan tanggal 03-Agt-1983 mengikrarkan kaul kekal di Biara St. Felix Mela.

   Boleh dikatakan, seumur hidupnya Br. Efrem “berkubang” dengan pembangunan. Selama masa Postulat beliau sudah ikut membangun gedung Bruderan (sekarang Biara St. Fransiskus) di kompleks TABITA Gunung Sitoli; selama masa Novisiat ikut kursus pertukangan di Ambak School di Singkawang (Kalbar) sambil praktek di kompleks perumahan orang kusta. Setelah mengucapkan kaul perdana tahun 1976 dia kembali ke Gunung Sitoli dan terlibat dalam pembangunan Biara Klaris; lalu ikut pendidikan teori, terutama menggambar di LPTK St. Yusuf Mela.


   Kemudian Br. Efrem kembali ke Nias dan membangun Gedung PGAK (sekarang telah  mekar menjadi STP Dian Mandala), Asrama St. Stefanus, Poliklinik 'TABITA' dan Asrama Putri Santa Anna (keduanya kelolaan SCMM), serta Biara SCMM. Br. Efrem sem-pat mengaso dari pembangunan dan tinggal bersama Br. Blasius Kettenhoffen (†), Pastor Wilfried Winkler, dan para postulan bruder di Bruderan Gunung Sitoli. Selama di sana Br. Efrem menyibukkan diri dengan membabat rumput dan menanam pisang.


   Namun tidak berselang lama, tenaganya dibutuhkan di Sirombu untuk membangun Aula, dll. Dan mulai sejak ini Br. Efrem tidak pernah lagi lepas dari pembangunan gedung - di Tögizita: Aula, dll; di Gunung Sitoli: Biara Laverna, Ruper, Asrama Putri Santa Agnes, Rumah Karyawan, Gedung Serba Guna, dan Gedung Pertukangan di kompleks Laverna; di Gidö: meneruskan pembangunan asrama Banua Ndraono, berbagai kebutuhan di kompleks pastoran, dan pagar tanah suster; di Mela: membangun Lantai II Biara St. Felix Mela, gedung-gedung PBI, OFS, Postulat Kapusin, Dapur Biara St. Felix, Garasi Biara dan Pagar Tanah di komplex biara St. Felix Mela; di Sibolga: Susteran OSF St. Elisabet di Simare-mare, Gedung Seminari Menengah St. Petrus Aek Tolang, Renovasi gedung-gedung sekolah, Susteran SCMM, dan be-berapa gereja ( a.l. Gereja Katolik Kalangan), dan Renovasi 'Guest House St. Chris-tophorus'; di Padang Sidimpuan: Gedung TK/Aula dan beberapa gereja.


   Terakhir Br. Efrem membantu Pastor Anselmus Vettori membangun Aula di Ombölata, Alasa. Kerja ini ± 97% sudah rampung. Selebihnya tak sempat dia selesaikan karena keburu dipanggil Tuhannya untuk beristirahat kekal bersamaNya.


   Tanggal 17-Mar-2007 sehabis pertemuan bruder kapusin Sibolga di Mela, Br. Efrem merasa sangat menderita karena tidak bisa buang air kecil. Dengan susah payah dia menempuh perjalanan bersama Sdr. Elias Tinambunan menuju Medan. Di R.S. St. Elisabet didapati bahwa Sdr. Efrem harus menjalani operasi prostat, namun sempat terhalang oleh tekanan darahnya yang sangat tinggi. Setelah menunggu ± 1 bulan dalam penderitaan Br. Efrem akhirnya menjalani operasi prostat, juga dikeluarkan tiga butir batu karang dari ginjalnya. Sdr. Efrem sempat merasa lega. Tetapi rupanya kedua gin-jalnya sudah tidak berfungsi lagi. Akibatnya dia harus menjalani cuci darah. Harapan cerah sebentar bersinar ketika tanggal 05-Mei dia dipasangi alat pencuci darah (CRRT yang dinilai canggih) asal Singapura. Sore harinya dia mengerti kalau orang berbicara kepadanya. Namun alat itu pun ternyata hanya berfungsi untuk menunda kedatangan saat yang terpaksa harus diterima ini. Pukul 19.45, Minggu sore, 06-Mei-2007 Br. Efrem menghembuskan nafas terakhir di dunia ini. Jenazahnya dihantar dengan ambulance hingga Gunung Sitoli; dan dikuburkan hari Rabu, 09-Mei-2007 di Pekuburan Kapusin Sibolga di Kompleks Biara Laverna Gunung Sitoli.


   Br. Efrem seorang saudara kapusin yang bersahaja, hanya tamat SD tetapi wawasan-nya luas termasuk dalam mengamati percaturan politik di Indonesia ini; murah hati, ramah, sedikit bicara tetapi bernas, suka damai dan hampir tidak pernah konflik dengan orang lain; bersamanya saudara-saudara selalu bergembira dan berkelakar, senang ber-olahraga terutama main bulu tangkis. Br. Efrem juga seorang beriman kuat. Dari ungkapan-ungkapannya selama hidup dia menunjukkan kesiap-sediaannya kapan saja dijemput saudari maut. Selama sakit terasa kalau dia sudah menyadari bahwa peziarahannya di dunia ini akan segera berakhir. Batinnya yang sudah siap dilengkapi dengan kesempatan menerima Sakramen Tobat dan Perminyakan Suci tanggal 04-Mei-2007.



Selamat Jalan Br. Efrem!
Teladan hidupmu akan kami ingat selalu.

oleh: Sdr. Hezekiel Manaö

Share this post :

Posting Komentar

 
Dikelola Oleh : Kapusin Sibolga
Copyright © 2011. Kapusin Sibolga - All Rights Reserved
Website Kapusin Sibolga
Proudly powered by Blogger