Pesta Perak

25 Tahun Hidup Membiara: “Prestasi Allah”


Tanggal 01-Agt-2006 genap 25 tahun lamanya hidup membiara lima (5) saudara kapusin Propinsi Sibolga: Sdr. Blasius Fau, Sdr. Metodius Sarumaha, Sdr. Philip Giawa, Sdr. Bonifasius Simanullang, dan Sdr. Sebastian Sihombing. Mereka sama-sama masuk Novisiat di Parapat tanggal 01-Agt-1981. Jubileum ini dirayakan di Biara St. Feliks Mela tanggal 08-Agt-2006 lalu. Tetapi sayang bahwa Sdr. Philip Giawa berhalangan hadir. Sdr. Francesco Zai bercerita sedikit untuk kita tentang perayaan itu. Berikut tuturannya:


“Bahagia kita bersatu dalam rumah Tuhan, mari kita bersama-sama menuju rumah-Nya…” Demikian alunan lagu pembukaan yang dinyanyikan dengan cukup meriah saat Perayaan Ekaristi, dalam rangka Perayaan 25 Tahun Hidup Membiara empat orang saudara kapusin Propinsi Sibolga (P. Blasius Fau, P. Metodius Sarumaha, P. Bonifasius Simanullang, P. Sebastian Sihombing) ditambah dengan satu orang saudara kapusin dari Propinsi Medan (P. Hendrik Sihotang). Acara meriah itu diselenggarakan pada tanggal, 8 Agustus 2006 di Biara St. Feliks Mela – Sibolga.




Perayaan Misa meriah ini dipimpin langsung oleh Minister Propinsial Kapusin Propinsi Sibolga – P. Ludovicus Simanullang, OFM Cap – yang didampingi oleh Administrator Keuskupan Sibolga (P. Barnabas Winkler) dan ke lima orang pestawan beserta sekitar 35 imam lainnya. Dalam kata pembukaan misa, P. Ludovicus Simanullang OFM Cap mengatakan: “Pada hari ini, kita merayakan Pesta dua puluh lima tahun kelima saudara kapusin. Lewat tema yang sengaja dipilih oleh para pestawan, mereka menyadari diri mereka seperti bejana tanah liat yang rapuh dan karenanya menyerahkan diri dalam pemeliharaan Allah. Ini juga menunjukkan kedinaan di hadapan Allah yang merupakan kekhasan dari panggilan hidup saudara dina kapusin.”

Sejalan dengan kata pembukaan tersebut, P. Bonifasius Simanullang – salah seorang dari kelima pestawan – menegaskan dalam khotbahnya: “Sesungguhnya, pesta 25 Tahun Hidup membiara ini bukanlah prestasi kami melainkan prestasi Allah. Karena itu, sepantasnya bila kado-kado yang dibawa oleh para saudara- saudari pada saat ini diberikan kepada Allah.”


Usai Perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan ramah-tamah. Di barisan para hadirin yang berkumpul tampak para biarawan/ti dari berbagai tarekat, para imam praja, keluarga pestawan, Ordo III sekular, siswa seminari, dan para undangan lain. Acara demi acara berlangsung dengan lancar dan kadang-kadang diwarnai dengan gelak tawa sebagai tanda kebahagiaan.


Dalam salah satu rangkaian acara, P. Hendrik Sihotang, OFM Cap menyampaikan kata sambutan mewakili teman-teman sekelas dari keempat saudara Kapusin Propinsi Sibolga yang merayakan pesta perak hidup membiara. Beliau mengingat kembali hari-hari indah yang pernah mereka lalui bersama semasa di bangku pendidikan. Banyak yang indah dan lucu untuk dikenang. Namun satu hal yang penting ialah bahwa dalam kebersamaan itu digambarkan hubungan persaudaraan yang saling mendukung dan meneguhkan satu sama lain.


Acara yang cukup membahagiakan itu pun diakhiri dengan salam-salaman. Meskipun acara pesta perak telah usai, namun peziarahan hidup untuk melaksanakan dan menunaikan tugas panggilan dari Allah di dunia ini tiada pernah berakhir. Bersama dengan mereka yang berpesta, kitapun bergembira seraya berkata: “Selamat Pesta Saudara……! Kita berjuang bersama dalam panggilan suci ini sambil tak lupa untuk saling meneguhkan dan mendoakan. Dalam perjuangan itu, jatuh tak berarti kalah, kecuali bila kita tak bangkit lagi setelah jatuh.”



Oleh: Sdr. Frans R. Zai
Bikap St. Fransiskus Jl. Medan P. Siantar

Share this post :

Posting Komentar

 
Dikelola Oleh : Kapusin Sibolga
Copyright © 2011. Kapusin Sibolga - All Rights Reserved
Website Kapusin Sibolga
Proudly powered by Blogger