Kaul Kekal

Enam (6) Saudara Muda Kapusin Sibolga
Mengucapkan Kaul Seumur Hidup

Sdr. Richard Hulu; lahir di Hiliwaebu Lölömatua, Nias tanggal 18-Mei-1974 dan diberi nama Bualasökhi. Baru pada umur 17 tahun dia dibabtis katolik, tepatnya tanggal 02-Okt-1991 dan mendapat nama Blasius. Setamat SMP tahun 1992 dia melanjutkan sekolahnya di Lembaga Pembinaan Tehnik Katolik (LPTK) Mela - Sibolga. Tamat dari LPTK dia berminat menjadi seorang kapusin dan masuk Postulat thn 1996. Langkahnya kadang terseok, tetapi terus maju hingga akhirnya dia sampai pada keputusan definitif. Dia memohon dan diterima mengucapkan kaul kekal dalam persaudaraan Ordo Kapusin.




Sdr. Richard seorang yang tidak banyak bicara. Sepintas kita sangka dia sombong atau cuek, tetapi ternyata dia seorang yang baik hati, jujur, rajin bekerja, berbakat seni. Maka sangat tepat untuk dia motto yang juga dia pilih “Sedikit berbicara dan banyak berbuat”. Berkat bakat dan pendidikan di LPTK dia kini menjadi seorang ahli perabot/möbel.

Hatinya kadang cemas kala melihat nilai-nilai persaudaraan yang kadang seperti hanya teori belaka saja; kadang seorang saudara melihat saudara lain sebagai saingan. Namun dia masih optimistis dan mengajak kita, “Mari kita pupuk nilai persaudaraan yang diharapkan oleh St. Fransiskus. Setiap saudara adalah rahmat”.***


Sdr. Karolus Zai; lahir tgl 06-Sep-1976 di Tögizita, Nias Tengah dan diberi nama Kalebi. Dia tamat dari SMAN I Mandrehe tahun 1996 dan tahun ini juga dia masuk Postulat Kapusin di Mela Sibolga. Langkahnya pun terus maju hingga akhirnya dia memohon dan diterima untuk mengucapkan kaul kekal dalam persaudaraan Ordo Kapusin. Sebelum ini dia pernah menjadi pengawas Asrama Putra Bintang laut - Teluk Dalam, mengikuti KPTT (Kursus Pertanian Taman Tani) di Salatiga, Pengawas PUSDIKLAT di Pangaribuan - Tapanuli Tengah. Dan kemudian dari sini dia berangkat ke Medan untuk Kuliah di UNIKA St. Thomas, Fakultas Pertanian. Setelah setahun kuliah dia BSS (berhenti studi sementara) selama setahun untuk mengikuti TPKK (Tahun Persiapan Kaul Kekal). Tetapi kini dia kembali ke Medan untuk melanjutkan studi.


Sdr. Karolus kecil-kecil cabe rawit. Orangnya gigih, ramah dan suka menolong. Harapannya: para saudara kapusin harus sungguh terlibat dan ambil bagian dalam persaudaraan ini dengan segala bakat dan kemampuan. Karya setiap saudara adalah karya persaudaraan. Dia mencoba mengatur gerak langkahnya dengan motto “buatlah yang baik walaupun kadang mengalami kegagalan. Yang penting adalah berbuat baik”.***


Sdr. Pius Ndruru lahir tanggal 13-Apr-1977 dan mendapat nama Fatöro. Tahun 1997 dia tamat dari SMA St. Fransiskus Aek Tolang - Tapanuli Tengah dan pada tahun itu juga dia memilih masuk Postulat Kapusin Sibolga di Mela. Langkah pun mengayun hingga dia berhasil menyelesaikan program studi S-1 di STFT St. Yohanes Pematang Siantar, menjalankan TOP di Paroki Pulau-pulau Batu, menjalani TPKK (tahun persiapan kaul kekal), dan akhirnya sampai pada keputusan definitif dan diterima untuk mengucapkan kaul kekal dalam persaudaraan kapusin. Setelah ini dia akan melanjutkan studi ke jenjang Post-S1 di STFT St. Yohanes Pematang Siantar.


Sdr. Pius seorang yang tidak banyak bicara, tetapi diam-diam membereskan kerja kecil-kecil di rumah. Dia serius dan suka menolong. Ketika sedang asyik-asyiknya kuliah di STFT dia pernah menderita demam berdarah amat parah. Tetapi syukur, dia masih bisa diselamatkan di RS Sta. Elisabet Medan.


Sebagai seorang kapusin dia berharap dirinya sungguh menjadi saudara bagi semua orang, terpancar indah berkat dukungan para saudara seordo dan umat Allah seluruhnya. Sebagai pedoman langkah hidup dia senang merenung “Serahkanlah segala perjuangan hidupmu pada penyelenggara ilahi” (refleksi atas Ibr 11,6).***


Sdr. Dominikus Sibagariang lahir tanggal 28-Agustus-1978 di Hutari, Sorkam Barat - Tapanuli Tengah, dan diberi nama Lusterius. Bersama Sdr. Pius Ndruru dia tamat dari SMA St. Fransiskus Aek Tolang tahun 1997 dan juga memilih masuk Postulat Kapusin di Mela. Langkah terus maju, menyelesaikan tuntutan studi di STFT St. Yohanes Pematang Siantar, TOP di Ndondo Loboniki - Flores, menjalani TPKK; dan akhirnya memutuskan secara definitif dan diterima mengucapkan kaul kekal dalam persaudaraan Ordo Kapusin. Setelah ini dia juga akan melanjutkan studi ke jenjang Post-S1 di STFT St. Yohanes Pematang Siantar.


Sdr. Dominikus dipanggil dan senang dipanggil “Domba” (Dominikus Sibagariang). Dan dia memang menggambarkan panggilan hidupnya dalam bentuk motto “Aku diutus bagaikan seekor domba ke tengah serigala”. Orangnya ramah, gampang bergaul, suka menolong, cepat meninggalkan kesan baik sehingga diingat. Kalau bersama dia kita kunjungi suatu tempat, pasti dia yang lebih diingat orang.


Kerap dia diliputi kecemasan, sepertinya persaudaraan itu semakin hilang; tetapi dia optimistis memandang ke depan.***


Sdr. Francesco Zai lahir tanggal 29-Agt-1978 di Hiliadulo, Idanögawo (kini keluarga berdomisili di Gidö) dan diberi nama Fransiskus Rahmad. Dia tamat dari SMA St. Xaverius Gunung Sitoli dan kemudian masuk Postulat Kapusin di Mela tahun 1997. Perjalanan panggilannya pun terus maju sambil berjuang menyelesaikan program pendidikan S-1 di STFT St. Yohanes Pematang Siantar, TOP di Paroki Teluk Dalam. Setelah mengikuti program TPKK dia pun sampai pada keputusan definitif. Dia memohon dan diterima mengucapkan kaul kekal dalam persaudaraan Ordo Kapusin. Dan setelah ini bersama Sdr. Pius dan Domba, dia kembali ke Pematang Siantar untuk melanjutkan pendidikan Program Post- S1 di STFT St. Yohanes.


Sdr. Francesco adalah anak bungsu dalam keluarga, disayangi orang tua dan saudara-saudarinya. Namun dia tidak terlena oleh itu; dia mandiri dan mau kerja apa saja. Dia mempunyai banyak bakat, suka menolong, dan bertanggungjawab; juga suka menyanyi dan suaranya indah.***


Sdr. Julius Giawa lahir tanggal 07-Jun-1979 di Saiwahili Hiliadulo, Idanögawo - Nias dan diberi Nama Julisökhi. Dia tamat dari LPTK Mela tahun 1997 lalu bekerja. Tahun 1999 dia masuk Postulat Kapusin di Mela Sibolga. Setelah menjalani program Post-novisiat 1 tahun di Gunung Sitoli dia ditempatkan di Biara Laverna Gunung Sitoli. Mulai sejak ini sampai sekarang dia mengurus Pertukangan Laverna. Sambil memutar roda Pertukangan dia juga sibuk menjalani berbagai program pembinaan sebagai kapusin muda. Dan setelah menjalani TPKK, akhirnya dia mengambil keputusan definitif dan diterima mengucapkan kaul kekal dalam persaudaraan Ordo Kapusin.


Sdr. Julius seorang yang berbadan tegap; tidak banyak bicara tetapi rajin bekerja, serius, dan suka menolong. Kapan saja diminta dia siap sedia membantu. Kalau orang membutuhkan pertolongan dari Biara Laverna, saudara ini yang pertama dihubungi.


Dan... akhirnya buat keenam saudara tercinta ini kita ucapkan ‘Proficiat!

Share this post :

+ komentar + 1 komentar

Felixosc
2 September 2008 04.08

Saya mengucapkan proficiat kepada saudara-saudara yang telah menggabungkan diri secara total dalam ordo fransiskan kapusin. semoga saudara selalu disertai oleh Allah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab serta setiap terhadap panggilan sampai mati.

Ya'ahowu

felixosc-bandung

Posting Komentar

 
Dikelola Oleh : Kapusin Sibolga
Copyright © 2011. Kapusin Sibolga - All Rights Reserved
Website Kapusin Sibolga
Proudly powered by Blogger