Hari Mudika se-Dunia XXI

Oleh P. Johannes M. Hämmerle


Kita baru saja merayakan hari Minggu Panggilan tanggal 7 Mei 2006. Dan di propinsi kita baru saja diperbaharui dan diaktifkan kembali pelbagai Komisi, termasuk juga Komisi Panggilan. Bertalian dengan itu disampaikan di sini beberapa buah pikiran tentang HARI MUDIKA se-DUNIA ke-XXI


Tahun 2005 telah dirayakan HARI MUDIKA se-DUNIA ke-XX di kota Köln, Jerman. Peristiwa penting itu yang pada umumnya dirayakan sekali dalam jangka waktu dua tahun berfokus pada Pastoral MUDIKA dan PAGGILAN. Biasanya dihadiri oleh Paus sendiri. Dan di kota Köln antara lain hadir juga para saudara kita dari Propinsi Kapusin Rhenano Westfalica, Jerman. Yang menyangkut Paus, sudah barang tentu seorang Senior. Tetapi yang menyangkut Kapusin, tentu para Junior turun ke lapangan. Mereka telah membuka satu Stand informasi dan pelayanan yang dapat dikunjungi oleh kaum muda siang-malam. Minum kopi yang bernama Capucino dengan imbalan sederhana termasuk dalam pelaya-nan dan aksi panggilan.




HARI MUDIKA se-DUNIA ke-XX sudah jauh sebelumnya dipersiapkan di semua keuskupan Jerman. Para pengurus Pastoral Mudika waktu itu sudah sangat dibantu dengan Network dan Website. Dan Network masih berlangsung terus, kendatipun event di Köln sudah lama lewat. Diadakan hari-hari pertemuan setingkat keuskupan. SALIB dari kayu yang besar itu yang selalu diserahkan kepada Negara tuan rumah, secara estafet dijemput dan ditandu di setiap keuskupan. Pada bulan April 2006 SALIB itu dalam suatu upacara di Roma diserahkan oleh delegasi Mudika Jerman kepada delegasi Mudika Aus-tralia. Karena pada tahun 2008 HARI MUDIKA se-DUNIA yang ke-XXII akan diadakan di Australia.

Gereja Katolik di negara tetangga seperti Indonesia tentu harus terlibat, dan begitu pula ke-3 propinsi Kapusin se-Indonesia. Kita menyadari, bahwa para Kapusin di Australia selalu mengharapkan bantuan kita. Dari Propinsi Sibolga saudara kita Paskalis sedang berada di Australia dan dari Propinsi Medan Sdr. Leo Sipahutar, Sdr. Ivo Simanullang. Lagi Curia General di Roma selalu mendorong kita untuk membawa Misi dan Spiritualitas Fransiskan ke negara-negara lain di Asia Selatan.


Seperti pada semua HARI MUDIKA se-DUNIA yang sudah dilalui, kali ini juga focus terletak pa-da Pastoral Mudika, pada Pastoral Panggilan, pada Kerohanian dan Pesta Perayaan Iman ber-sama. Dalam hal ini HARI MUDIKA se-DUNIA ke-XXII pada tahun 2008 di Australia memberi kesempatan unik kepada kita dan sekaligus merupakan tantangan. Persiapan kini sudah harus dimulai. Perlu diadakan komu-nikasi dengan Curia General di Roma dan dengan Vice-Propinsi Kapusin di Australia. Siapa tahu, ada juga saran dari dua saudara kita di Jerman, Sdr. Metodius Sarumaha dan Sdr. Yustinus Waruwu. Kalau saya tidak salah, mereka ikut serta pada event di Köln tahun 2005. Mutlak perlu juga komunikasi di antara ketiga propinsi kita di Indonesia. Saya melihat peran kita di Australia bukan sebagai tamu yang menghadiri event itu, melainkan dalam hal memperkuat saudara-saudara kita dari Vice-Propinsi Australia sebagai tuan rumah.


Saran untuk para calon kita, saudara-saudara muda Kapusin, yang kini sudah mulai mimpi tentang perjalanan ke Australia nanti, mungkin berguna juga. Kalau saudara lebih fasih dalam bahasa daerah Batak atau Nias, kini kesempatan untuk belajar bahasa Inggeris terlebih dahulu. Siapa tahu ada testing nanti dalam bahasa Inggris bagi para calon yang hendak pergi ke negeri Kanguru itu tahun 2008.
Share this post :

Posting Komentar

 
Dikelola Oleh : Kapusin Sibolga
Copyright © 2011. Kapusin Sibolga - All Rights Reserved
Website Kapusin Sibolga
Proudly powered by Blogger