Pesta 40 Tahun

HIDUP MEBIARA



Sdr. Kristof Jansen OFM Cap

Tanggal 23 April 1966 adalah hari yang sangat istimewa bagi Reiner Josef muda. Setelah berumur 30 tahun, anak muda kelahiran 29 September 1936 ini diterima menjadi novis dengan nama biara Kristof Jansen. Ia adalah anak ke 3 dari 5 bersaudara dari pasangan Heinrich Jansen dengan Paula Geb. Palmen.

Untuk menyukuri rahmat istimewa yang dialami-nya selama 40 tahun dalam per-saudaraan kapusin maka pada tanggal 23 April 2006 yang lalu diadakan pesta syukur di biara St. Feliks - Mela. Tepat pukul 09.00 WIB upacara perayaan ekaristi dimulai. Upacara perayaan ekaristi ini dipimpin langsung oleh pestawan dan didampingi oleh 10 orang imam konslebran. Walau cuaca agak men-dung dan disertai dengan gerimis tetapi semangat para undangan yang datang dari daratan Sibolga dan Nias tidak surut. 




Dalam khotbahnya Propinsial, P. Ludovicus Simanullang mengungkapkan bahwa Sdr. Kristof adalah orang yang sangat fanatik. Kefanatikan Sdr. Kristof ini tampak dalam melihat segalanya dalam kejelasan, kepastian, tidak ada kebohongan ter-utama dalam pemberian laporan keuangan setiap sau-dara. Dalam upacara perayaan ekaristi ini diadakan juga pembaharuan kaul dari Sdr. Kristof

Setelah usai perayaan ekaristi dilanjutkan dengan ramah tamah: kata-kata sambutan, hiburan dan makan siang bersama. Dalam suasana persaudaraan, acara demi acara dilalui dengan meriah dan hikmat. Hampir semua pemberi kata sambutan mengungkapkan kebiasaan-kebiasaan yang ada dalam pribadi sdr. Kristof. Guardian Biara St. Feliks, P. Sebastianus Sihombing secara khusus menggarisbawahi teladan hidup doa yang diberikannya dalam komunitas St. Feliks. Walaupun menonton sepakbola di TV hingga larut malam tetapi kita akan menemukan belaiau di kapel bermediatasi sebelum orang lain datang. Maklumlah bahwa saudara ini sangat meminati bola kaki. Peter Propinsial menambahkan bahwa saduara Kristof adalah saudara yang sangat telititerutama dalam hal pemeriksaan setiap laporan keuangan. Rupiah demi rupiah harus jelas, tidak boleh ada yang keliru. Maka tak heran, pagi sebelum upacara perayaan ekaristi dimulai, saudara Kristof masih menagih laporan keuangan dari salah seorang saudara: mana laporanmu?  Saudara tersebut pasti terkejut mendengar tagihan itu sebab dia datang karena diundang untuk menghadiri pestanya malah yang terjadi laporan lebih dahulu ditanya. Terungkap juga bahwa banyak saudara merasa kesulitan berhadapan dengan Sdr. Kristof bila laporan kita tidak beres. Tak heran bila volume suarapun akan semakin besar. Pater Barnabas menambahkan, sikap yang diterapkan oleh saudara Kristof ini perlu dipertahankan bila kita mau maju. Administrator juga memberi satu cara yang tepat bila behadapan dengan saudara Kristof. Bila suaranya meninggi, kita juga harus memperbesar volume suara. Bila suara kita lebih besar dari suaranya maka dengan sendirinya volume suaranya akan turun, dan dengan demikian suara Kristof akan lebih "jinak".



Dalam  kata sambutan, pestawan bercerita tentang masa lalu sebelum masuk kapusin. Sebelum masuk kapusin dia sudah lama bekerja di salah satu perusahaan dengan tugas harian menagih laporan-laporan dari setiap karyawan dan membagikan gaji kepada mereka. Setelah merasa bosan dengan tugas ini, terutama selalu berurusan dengan uang maka beliau memutuskan untuk masuk biara. Pikirnya dalam hati: di biara saya tidak akan mengurus uang lagi. Tetapi apa boleh buat, setelah sekian tahun menjadi kapusin akhirnya sejak tahun 2000 sampai sekarang ia diangkat menjadi ekonom propinsi kapusin Sibolga. Mau tidak mau, toh harus berurusan dengan uang lagi.

Sdr.Kristof, selamat pesta 40 tahun hidup membiara. Semoga tetap bahagia dan setia, Tuhan melindungi dan memberkati segala niat baikmu.


Sdr. Domba-Mela.

Share this post :

Posting Komentar

 
Dikelola Oleh : Kapusin Sibolga
Copyright © 2011. Kapusin Sibolga - All Rights Reserved
Website Kapusin Sibolga
Proudly powered by Blogger