Periode Pertama Kehadiran Kapusin (Tahun 1929-1954): Masa Menabur

Pada periode ini Misionaris Kapusin Belanda mulai hadir di wilayah Sibolga (1929) dirintis oleh Pastor Chrysologus Timmermans OFMCap. Mulai tahun 1939 misionaris Kapusin Belanda masuk ke Pulau Nias, dipelopori oleh P. Burchardus van der Wijden dan Ildefonsus van Straalen, kemudian P. Guido de Vet. Praktis pada tahun 1955 Pulau Nias mereka tinggalkan setelah misi di wilayah ini diserahkan kepada pendatang baru Kapusin dari Negeri Jerman. Hitung-hitung selama 34 tahun Kapusin Belanda menabur dan memberi cap kekatolikan di Nias dan pantai barat Sumatera Utara.


Serba menakjubkan:


Dari segi misiologis dan kateketis, kepada misionaris Kapusin Belanda harus diacungi jempol. Mereka sangat berhasil. Kota Sibolga menyusul Sorkam sampai ke Pangaribuan – Barus, kemudian Pinangsori dan Padangsidempuan menjadi lahan subur penaburan benih kekatolikan. Pengkaderan calon-calon katekis di Pulau Nias yang begitu mantap membuahkan hasil yang menakjubkan. Selama masa pemenjaraan misionaris karena perang dunia kedua (1942-1950) jumlah umat Katolik bertambah sepuluh kali lipat karena ketangguhan para katekis di bidang evangelisasi

Share this post :

Posting Komentar

 
Dikelola Oleh : Kapusin Sibolga
Copyright © 2011. Kapusin Sibolga - All Rights Reserved
Website Kapusin Sibolga
Proudly powered by Blogger