Kaul Kekal

Tak Kusangka Aku Dipanggil


Tanggal 22-Juli-2005 yang baru lalu, tiga saudara mengikrarkan kaul seumur hidup dalam persaudaraan kapusin Sibolga. Mereka mengaku sesungguhnya tidak menyangka bahwa mereka dipanggil.


Sdr. Konstantinus Laia berasal dari Telukdalam. Waktu kecil dia sangat sering datang ke Pastoran atau pun Susteran mengantar daging babi (waktu itu ayahnya bekerja sebagai tukang potong). Di Gereja dia aktif menjadi anggota perkumpulan anak-anak “Setia Kawan”. Dan ketika remaja dia senang bergabung dengan Vocal Group Mudika.


Karena nakal pernah dia diusir ayahnya dari rumah sehingga terpaksa menginap di alam bebas di pelabuhan Telukdalam selama satu malam. Setamat SMA dia tertarik dan mencoba masuk kapusin; diterima di Postulat, kemudian terus ke Novisiat, Profesi I dan melanjut ke STFT St. Yohanes Pematangsiantar sebagai calon imam. Di Tingkat IV dia mengalami krisis panggilan yang cukup berat, dan merasa tidak terpanggil lagi. Setelah beberapa bulan bergulat akhirnya dia memutuskan untuk keluar dari persaudaraan kapusin dan kembali ke kampung. Tetapi aneh, di sana bukannya dia merasa tenang tetapi makin gelisah. Persaudaraan kapusin masih memanggil-manggilnya. Akhirnya, setelah 4 bulan, dia minta masuk kembali, dan diterima.


Namun kali ini dia memilih bukan lagi sebagai calon imam, tetapi sebagai bruder kapusin. Dia melanjutkan kuliah bukan lagi di STFT tetapi di IPI Delitua. Kini dia sudah mendapat gelar D-3 dan masih akan meneruskannya ke jenjang S-1 melalui KJJ di IPI Dian Mandala Gunungsitoli. Dan hari ini, tanggal 22-Juli-2005 dia yakin akan pilihannya dengan mengucapkan janji seumur hidup sebagai biarawan kapusin.


Sebagai motto hidup dia memilih “Aku datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani”. Tugasnya mengantar daging babi waktu kecil dikembangkannya menjadi mengantar Sabda Tuhan.***


 


Sdr. Ignasius Gorat  berasal dari Pangaribuan Barus. Riwayat panggilannya pun sederhana. Ketika remaja dia tertarik melihat kelompok suster dengan jubah putih, bak malaikat. Dia juga tertarik melihat kelompok frater berjubah coklat bertali pinggang putih yang berkunjung ke parokinya; dan mereka sangat ramah.Sewaktu SMA rasa tertarik itu semakin berkembang. Maka setelah tamat dia melamar dan diterima di Postulat.


Perjalanannya berlanjut ke Novisiat, profesi I, dan kemudian kuliah di STFT Santu Yohanes sebagai calon imam. Namun belum genap setahun di sana, dia mulai merasa kuliah filsafat kurang akrab dengannya. Maka dia berhenti studi dan kembali ke provinsi. Hidup kapusin sederhana dia jalani di fraternitas, dan akhirnya dia merasa bahwa menjadi bruder kapusin lebih cocok untuk dirinya.


Dia kemudian kuliah di UNIKA St. Thomas Medan, mengambil jurusan Ekonomi Akuntansi. Dan kini studi tersebut sudah rampung dan berhak menyandang gelar S-1. Dan hari ini, tanggal 22-Juli-2005 dia yakin akan pilihannya dengan mengucapkan janji seumur hidup sebagai biarawan kapusin. Sebagai motto hidup dia memilih “Layanilah Tuhan yang hadir dalam sesama”.***


 


Sdr. Matias Simanjorang berasal dari Saribudolok. Saudara ini jauh tidak menyangka bahwa dia dipanggil menjadi seorang biarawan dan imam kapusin. Ibunya ingin seorang anaknya menjadi pastor tetapi bukan si Darwin (Matias kecil). Waktu kecil dia tergolong nakal. Di SMP dia sering bolos tetapi tak ketahuan orang tua, karena dia pandai meyesuaikan program dengan waktu keluar masuk sekolah.


Akhirnya dengan sedikit unsur KKN, dia dan orang tuanya terpaksa “membeli” satu semester agar tidak tinggal kelas. Ketika lulus SMA dia ikut testing masuk Rethorica Pematangsiantar bukan karena direncanakan tetapi hanya ikut teman, tanpa niat alias coba-coba. Tetapi “sialnya” dia lulus dan tidak keberatan meneruskannya. Setelah itu dia masuk postulat kapusin Sibolga, melanjut ke Novisiat, profesi I, dan masuk STFT untuk kuliah sebagai calon imam.

Demikian berlanjut tanpa terlalu banyak rintangan berarti sampai dia menyelesaikan program studi S-1. Setelah TOP selama satu tahun dia mengikuti Tahun Persiapan Kaul Kekal (TPKK) juga selama satu tahun. Akhirnya melalui permenungan mendalam dia merasa bahwa inilah panggilannya. Dan hari ini, tanggal 22-Juli-2005 dia yakin akan pilihannya dengan mengucapkan janji seumur hidup sebagai biarawan kapusin. Sebagai motto hidup dia memilih “Aku tahu bahwa Tuhan sungguh melaksanakan sesuatu. Tak ada rencananya yang gagal”.
Share this post :

Posting Komentar

 
Dikelola Oleh : Kapusin Sibolga
Copyright © 2011. Kapusin Sibolga - All Rights Reserved
Website Kapusin Sibolga
Proudly powered by Blogger